Bensin dan Semen Langka di Wamena

share on:

Wamena, Jubi – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin, semen, tepung terigu dan kebutuhan masyarakat lainnya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya empat hari terakhir mengalami kelangkaan.

Pasalnya, hanya dua armada saja, yaitu pesawat Trigana Air satu pesawat dan Cardig Air satu pesawat yang melayani pengangkutan BBM ke wilayah tersebut, sedangkan penerbangan lainnya pun hanya satu pesawat yang beroperasi, seperti Jayawijaya Dirgantara, Cardig Air dan Deraya.

Kelangkaan tersebut disebabkan karena pesawat mengalami gangguan atau tergelincir, sehingga yang seharusnya satu aviasi dua armada yang terbang, tetapi kali ini hanya satu unit.

Informasi yang dihimpun Jubi di Wamena, Selasa (29/9/2015) menyebutkan, pesawat ke Wamena hanya memuat beras untuk masyarakat tidak mampu (raskin), sedangkan komoditi lainnya tidak diangkut.

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya pun segera berkoordinasi dengan semua pihak di Jayapura dan aviasi penerbangan.

“Kami juga akan lapor ke Sekda dan Bupati. Untuk kita antisipasi ini supaya jangan sampai terjadi secara lama dan jadi fatal buat kita di Wamena, lebih umum di pegunungan tengah. Kita juga upayakan agar armada yang ada dengan pembatasan jam terbang ini, setiap penerbangan dikasih kelonggaran sehingga armada melayani tiga hingga empat kali dalam sehari,” kata Kepala Dinas Perindagkop Jayawijaya, Semuel Munua ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa siang.

Menurut Semuel kondisi tersebut akan segera dicarikan jalan keluarnya, sebab Wamena adalah poros untuk wilayah pegunungan lainnya. Jika kondisi tersebut tidak segera diatasi, maka wilayah pegunungan juga mengalami hal yang sama.

Ia mengakui gangguan yang dialami Pesawat Jayawijaya Dirgantara dan Cardig Air sehingga mempengaruhi juga terhadap Trigana Air, sedangkan beberapa aviasi lain juga melayani enam kabupaten yang ada di pegunungan, sehingga hanya dengan lima enam armada yang masuk tidak dapat melayani kebutuhan, minimal satu aviasi dalam sehari tiga sampai empat kali terbang ke Wamena.

“Dengan pembatasan jam terbang pesawat yang ada, semua komoditi rata-rata kurang, tetapi kita upayakan semua bisa cukup ke depan, misalnya BBM ada yang harganya sudah ada yang menyentuh Rp 35 ribu per liter, yaitu di distrik Wouma, solar juga cukup langka karena pesawat yang mengangkut BBM hanya Trigana dan Cardig,” katanya.

“Kami pun menghimbau ke pengecer-pengecer, untuk kelangkaan ini untuk tidak dijadikan ajang untuk menaikkan harga, nanti kalau lebih dari standar yang telah kita tetapkan, maka dinas Perindag akan turun ke lapangan dan menyita, bahkan memberi sanksi,” tegas Munua.

Penanggung jawab salah satu penerbangan di Wamena, Michael Bidure mengatakan, pihaknya selaku jasa angkutan hanya menerima muatan.

“Jika yang dimasukkan BBM jenis solar, ya kami terbangkan solar saja ke Wamena, kalau terjadi kelangkaan BBM jenis tertentu silahkan tanyakan ke pembeli BBM di Jayapura sekaligus penjual di Wamena, karena mereka yang memasukkan ke penerbangan. Kami sifatnya hanya mengangkut saja,” kata Michael.

Seorang pedagang bensin dan solar eceran di jalan Hom-hom, Wamena menuturkan, naiknya harga BBM jenis bensin karena kurangnya pasokan dari Jayapura, sehingga sudah tiga hari bensin cukup susah di dapat. Bahkan pada Selasa (29/9/2015) di beberapa pusat bensin eceran, antrean kendaraan roda dua cukup banyak hanya untuk mendapatkan bensin. Sedangkan para pedagang eceran pun, hanya mendapatkan beberapa drum saja. (Islami)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bensin dan Semen Langka di Wamena