Tanjung Elmo Ditutup, Pendapatan Warga Berkurang

share on:

Sentani, Jubi – Agustus lalu lokalisasi Tanjung Elmo, Kabupaten Jayapura resmi ditutup. Dampaknya pendapatan warga yang tinggal di sekitar lokalisasi tersebut berkurang.

Beberapa ibu dari kampung Asei, distrik Sentani Timur, yang bekerja sebagai petugas kebersihan dan loundry di tempat itu, pemilik warung makanan dan minuman dan petugas keamanan (security) juga kehilangan pekerjaan.

Hal itu diketahui saat kunjungan kerja Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu.

“Pada 10 Sepetember kami mengunjungi Tanjung Elmo untuk memastikan aktivitas yang sedang berlangsung di sana pasca penutupan tempat prostitusi oleh pemerintah daerah. Memang tempat tersebut sudah seperti daerah kumuh, tetapi masih ada warga yang melaksanakan aktivitas jual beli, seperti warung makan, kios dan ojek,” kata Ketua Komisi A DPRD Jayapura, Hermes Felle, Rabu (30/9/2015).

“Setelah kami berada di sana (tanjung) sejumlah ibu Papua dan pedagang yang menetap di tempat itu mulai menyerang kami dengan sejumlah pertanyaan. Semuanya mengarah kepada sektor pendapatan ekonomi,” lanjutnya.

Menurut dia, pihaknya sudah menyurati pemerintah daerah melalui tim terpadu yang dibentuk untuk penutupan tempat prostitusi tersebut untuk segera bertindak dan menjawab persoalan masyarakat di RW III kampung Asei.

“Dampak ekonomi sangat mereka rasakan. Memang sangat berbeda ketika tanjung masih aktif. Ada sejumlah janji yang telah disampaikan oleh tim waktu proses penutupan Tanjung Elmo, sekarang sudah tutup harus dijawab janji yang telah disampaikan kepada masyarakat di sana,” katanya.

Rencana Pemerinah Kabupaten Jayapura setelah menutup aktivitas prostitusi terbesar itu, tempat tersebut akan dijadikan kawasan wisata. Pemilik ulayat telah melakukan koordinasi dengan masyarakat yang menetap di Tanjung Elmo untuk mengosongkan areal  di pinggir danau Sentani.

“Kami sudah berkorrdinasi dengan masyarakat Tanjung untuk mengecek sertifikat tanah mereka, sebagian ada, tetapi sebagian besar tidak memiliki sertifikat. Hal ini mereka akan langsung berhubungan dengan pemerintah daerah, karena tempat ini mau dijadikan kawasan wisata,” kata pemilik ulayat, Elvis Doce. (Engel Wally)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tanjung Elmo Ditutup, Pendapatan Warga Berkurang