Terdakwa Korupsi Sapi Fiktif Divonis 12 Bulan

share on:

Denpasar, Jubi/Antara – Ni Made Sumertayanti, terdakwa yang diduga melakukan korupsi sapi fiktif di Desa Pucung Sari, Karangasem, Bali, sebesar Rp 500 juta, dihukum 12 bulan penjara dan denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Dalam sidang yang dipimpin, Ketua Majelis Hakim Dewa Gede Suardita, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar, Selasa (29/9/2015) itu, juga meminta terdakwa mengganti kerugian keuangan negara, karena sudah menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 7 juta.

“Terdakwa bersalah melakukan tindakan korupsi yang melanggar Pasal 3 jo 18 Ayat 1 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor yang telah diubah dan ditambah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Suardita.

Vonis hakim terhadap terdakwa itu lebih dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang sebelumnya yakni 18 bulan penjara.

Denda Rp 50 juta subsider tiga bulan sama seperti tuntutan serta mengembalikan pengganti kerugian keuangan negara Rp 7 juta dalam rentang waktu sebulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap.

Apabila tidak mampu membayar, harta benda milik terdakwa dilelang untuk negara dan jika masih ada kekurangan diganti dengan pidana penjara selama sembilan bulan.

Terungkap, perbuatan terdakwa dilakukan Juli 2011, saat Mangku Laba mengajak Juliasa (terdakwa dalam berkas terpisah) dan Sumertayanti untuk mendirikan kelompok sapi Pucung Sari.

Saat itu, Mangku Laba (terdakwa dalam berkas terpisah) sebagai ketua minta kepada Sumertayanti membuatkan proposal kegiatan penyelamatan sapi Bali betina produktif yang ditujukan untuk pemerintah Provinsi Bali.

Kelompok sapi yang didirikan ketiga terdakwa ternyata hanya akal-akalan untuk mendapatkan bantuan pemerintah dan kelompok sapi Pucung Sari ternyata tidak pernah ada dan nama-nama anggotanya adalah fiktif sehingga negara dirugikan Rp 500 juta. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Terdakwa Korupsi Sapi Fiktif Divonis 12 Bulan