Papua Barat Usulkan Jaringan Kereta Jalur Selatan

share on:

Manokwari, Jubi/Antara – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengusulkan pembangunan jaringan rel kereta api di wilayah ini, dilakukan lewat jalur selatan yang tidak menerobos kawasan hutan konservasi dan hutan lindung.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Provinsi Papua Barat, Heriawan Soesanto, di Manokwari, Kamis (1/10/2015), mengatakan, saat ini tim Ditjen Perkeretaapiaan, Kementerian Perhubungan, sedang melakukan uji trase dan uji kelayakan di wilayah ini.

Pada 10 Agustus lalu, kata dia, sudah dilakukan rapat antara beberapa stakeholders dari pemerintah daerah bersama tim dari Ditjen Perkeretaapian serta konsultan proyek ini.

Dalam pertemuan yang difasilitasi Dinas Perhubungan itu, Pemprov mengusulkan pembangunan rel kereta api tahap pertama ini dilakukan untuk membuka trase Kabupaten Manokwari-Teluk Bintuni, Kota Sorong-Kabupaten Sorong Selatan, serta dari Sorong Selatan-Teluk Bintuni.

Usul itu disampaikan dengan mempertimbangkan pangsa pasar angkutan, serta hasil tambang dan komoditas lain yang dapat diangkut melalui jalur tersebut.

“Jalur darat antara Manokwari ke Bintuni telah terhubung. Di sisi lain, ada beberapa hasil tambang yang bisa diangkut setelah jalur kereta terbangun, antara lain batu bara, dari Teluk Bintuni,” katanya.

Pandangan yang sama dilakukan terhadap pembangunan jalur kereta antara Kota Sorong-Sorong Selatan. Jalur darat antara dua daerah ini sudah terbentuk. Di Sorong Selatan saat ini sudah ada pelabuhan internasional.

Pembangunan jalur kereta ini dirancang agar hubungan akan terintegrasi langsung ke pelabuhan internasional tersebut.

Sementara untuk trase Sorong Selatan-Teluk Bintuni, sesuai data dari Dinas Pekerjaan Umum, kata dia, pembangunan jalan penghubung antardua daerah ini, tersisa tiga kilo meter.

“Wilayah yang dilalui jalur ini, masing-masing, memiliki komoditas bernilai tinggi, sehingga pembangunan jalur kereta api ini, akan mempermudah pengangkutan komoditas tersebut,” katanya.

Pertimbangan lain pemerintah provinsi adalah pembangunan jalur kereta melalui jalur selatan ini dipastikan tidak menerobos kawasan hutan lindung dan hutan konservasi.

“Jika jaringan kereta dibangun di jalur utara, di situ ada hutan konservasi dan hutan lindung. Untuk melakukan alih fungsi lahan tentu memerlukan waktu,” lanjutnya.

Ia menambahkan, jalur Manokwari ke Teluk Bintuni, Sorong Selatan dan Kota Sorong ini, merupakan Jalur utama rel kereta di Papua Barat. Pembangunan ini, akan dilakukan dengan mengikuti jalur jalan trans yang melintasi wilayah tersebut.

Setelah pembangunan tahap pertama selesai, pembangunan tahap kedua akan dilakukan untuk trase, Manokwari ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

“Trase ini, sekaligus membuka trase kereta api dari Manokwari ke Teluk Wondama, sebab, Teluk Wondama berada di antara Manokwari-Nabire. Sementara di antara Manokwari-Teluk Bintuni, ada Kabupaten Manokwari Selatan,” kata Heriawan.

Setelah trase utama terhubung, kata dia, pembangunan berikutnya akan dilakukan untuk pembukaan trase di kabupaten yang belum dilalui jalur utama. Di antaranya, Kota Sorong-Kabupaten Sorong, Teluk Wondama-Fakfak dan beberapa kabupaten lainnya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Papua Barat Usulkan Jaringan Kereta Jalur Selatan