Berawal dari Orang Mabuk, Anggota Paskhas Tembak Anggota Polisi

share on:
Ilustrasi Penembakan - Jubi/IST
Ilustrasi Penembakan – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Anggota Pasukan Khas  (Paskhas) Pangkalan Udara (Lanud) Jayapura diduga tanpa sengaja menembak dua oknum anggota polisi, Jumat (2/10/2015) sekira pukul 02.20 WIT di lokasi Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Data yang diperoleh menyebut, ketika itu, Jumat (2/10/2015) sekira pukul 01.30 WIT, sekelompok orang mabuk-mabukan di sekitar area bandara. Securiti bandara kemudian melaporkan ke personil Paskhas yang berjaga di bandara.

Anggota Paskhas kemudian berusaha meminta mereka keluar dari bandara. Namun sekira pukul 02.00 WIT, mereka kembali ke area bandara bersama kurang lebih 30 rekannya. Mereka kemudian melempari dan menyerang dengan senjata tajam serta panah ke arah anggota Paskhas.

Sekelompok orang itu juga merusak Asrama Maskapai Trigana Air yang ada di sekitar lokasi. Merasa terdesak, anggota Paskhas mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun kelompok itu justru semakin beringas.

Ketika itu anggota Paskhas melihat ada orang bersenjata di lokasi, sehingga melakukan penembakan. Namun ternyata, orang yang membawa senjata itu anggota Polsek KP3 Bandara Sentani.

Identitas korban yakni Briptu Wahidin, mengalami luka tembak di bagian pantat dan luka robek di kepala bagian belakang. Korban lainnya, Briptu Riqzan, tertembak di bagian paha sebelah kiri. Sementara pelaku pengrusakan yakni IK (28 tahun) warga Kampung Yabaso Sentani, Kabupaten Jayapura kini sudah diamankan Polres Jayapura.

Saksi dalam kejadian itu yakni Phlipus, warga Asrama Brimob Sentani, Weles Jikwa, dan Abner Aum, (security Asrama Trigana). Pukul 02.50 WIT, anggota yang mengalami luka tembak langsung dilarikan ke RS Yowari untuk mendapatkan perawatan. Pukul 03.00 WIT, anggota KP3 udara berhasil mengamankan seorang tersangka pengerusakan IK. Pukul 05.21 WIT, Kapolres Jayapura, AKBP Sondang R.D Siagian bersama Danlanud Jayapura, Kolonel Purwoko Aji P meninjau lokasi.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian yakni mobil Avanza warna putih DS 1691 JN, milik Maskapai Trigana Air dengan bekas tembakan pada bagian belakang, 17 butir selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter.

Sementara Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Jayapura, Kolonel Penerbangan Purwoko Aji Prabowo menampik adanya informasi yang menyebut jika anggota Paskhas mengeluarkan tembakan sembarangan.

“Saya rasa tidak seperti itu kondisinya. Anggota Paskhas yang jaga ketika itu hanya dua orang, kemudian dia tak mampu menghadapi kurang lebih 15-20 orang massa dan memanggil rekannya menghalau massa.

“Rekan kepolisian dari luar bandara, anggota kami dari dalam bandara dari ring satu, bukan dari luar. Kebetulan rekan polisi yang justru dari luar dan kondisi gelap tak terkendali. Kondisinya chaos. Untuk detailnya masih dalam proses, apa yang harus dievaluasi berikutnya,” kata Purwako Aji Pranowo di Polda Papua, Jumat (2/10/2015).

Menurutnya, dari keterangan yang ia perolah, beberapa orang yang mengkonsumsi miras di sekitar bandara itu berusaha masuk ke lokasi bandara dan dihalau Paskhas. Kurang lebih 20 menit kemudian, mereka kembali membawa kurang lebih 15 – 20 orang rekannya dan ada yang bawa sanja tajam, dan panah.

“Mereka melempar batu serta melakukan pengrusakan. Anggota kemudian melakukan peringatan untuk mengahalau massa. Intinya sudah tak terkendali sehinga dihalau keluar oleh anggota yang ada di sana. Kebetulan pada waktu bersamaan mungkin ada rekan dari kepolisian akan menenangkan situasi dan dua orang anggota polisi kemungkinan terkena rekoset dari peluru yang ditembakkan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kapold Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya meniai tak ada unsur kesengajaan dalam kajdian itu.

“Ini sebuah rangkaian kejadian yang cepat karena berlangsung bersamaan anggota kami dengan Lanut di lapangan bersama untuk mengatasi penyerangan dari masyarakat,” kata Waterpauw.

Katanya, kini kedua korban menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Kotaraja, Kota Jayapura. Kondisi keduanya stabil.

“Baik anggota Polri dan anggota Paskhas, itu mereka sama-sama ketika mendapat pengaduan dari securiti. Memang itu kondisi malam. Saya pikir ini sudah sesuai ketentuan atau protap. Artinya mulai dari awal membatasi agar masayarakat tak masuk ke area bandara,” ucapnya.

Selain itu dikatakan, sudah ada kelompok masyarakat yang melakukan pengrusakan diamankan Polres Jayapura untuk dimintai, apakah ada masalah pribadi dengan pihak- pihak di situ, ataukah karena hanya pengarus Miras.

“Akan dilihat dalam upaya memintai keterangan dari Polres. Jadi ini bukan ada kesengajaan atau ada maksud lain, itu tidak ada. Kami sudah koordinasi ditingkat pimpinan agar segera bersinergi,” katanya. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Berawal dari Orang Mabuk, Anggota Paskhas Tembak Anggota Polisi