Aktivis Anti-Aborsi As Berjanji Akan Kembali Ke Australia

share on:

Los Angeles, AS, Jubi – Troy Newman, seorang aktivis anti-aborsi dari AS yang diusir dari Australia setelah visanya ditolak, tiba kembali di AS, Sabtu (Minggu WIB), tapi bertekad untuk kembali Australia tahun ini juga.

Newman yang tiba di bandara internasional Los Angeles untuk transit dalam perjalanan ke Wichita, Kansas, dimana organisasinya “Operation Rescue” bermarkas, menyatakan bahwa ia tidak akan menyerah dalam usaha berkampanye anti-aborsi di seluruh Australia.

Rencana perjalanannya akhirnya berantakan ketika visa masuk Australia dicabut dan ditahan di bandara Melbourne selama tiga hari.

Ia gagal untuk mendapatkan kembali visa yang memaksa ia bersama istrinya meninggalkan negara itu.

Visanya dicabut sebelum ia meninggalkan AS dan setelah sejumlah politisi Australia menyatakan kekhawatiran atas kunjungan Newman yang bisa memicu kekerasan terhadap penyedia layanan aborsi atau wanita yang melakukan operasi.

Newman menyatakan tekadnya bahwa ia tetap akan berusaha memasuki Autralia dalam 2015 ini juga untuk menyampaikan pesannya mengenai anti-aborsi.

“Jendral McArthur pernah berkata ‘Saya Akan Kembali’, maka saya akan kembali,” kata Newman mengutip pahlawan AS yang terbukti memenuhi janjinya membebaskan Filipina dari cengkeraman Jepang saat Perang Dunia II.

Salah satu hal yang dikecam oleh Newman adalah mengapa wanita yang melakukan aborsi tersebut tidak dikenakan fasal pembunuhan.

Newman menyatakan bahwa pandangan serta aksinya telah disalah artikan dan ia menyebut dirinya sendiri sebagai “aktivis perdamaian” yang mengajarkan masyarakat “bagaimana menutup klinik aborsi tanpa kekerasan dan menyelamatkan bayi.” Penolakan terhadap visa Newman terjadi setelah pemerintah Australia menyatakan bahwa mereka akan menolak mengeluarkan visa untuk bintang hip-hop AS Chris Brown karena latar belakang kekerasan dalam rumah tangga penyanyi itu. (*)

 

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aktivis Anti-Aborsi As Berjanji Akan Kembali Ke Australia