Pengrajin di Biak Keluhkan Perhatian Pemerintah

share on:
Pengrajin perahu hias, Elisa Swabra, sedang menjajahkan hasil kerajinan tangannya berupa perahu hiasnya disamping Bank Mandiri Biak - jubi/Marten Boseren
Pengrajin perahu hias, Elisa Swabra, sedang menjajahkan hasil kerajinan tangannya berupa perahu hiasnya disamping Bank Mandiri Biak – jubi/Marten Boseren

Biak, Jubi – Pengrajin perahu hias, Elisa Swabra, warga asal Kampung Sunyar Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor, mengeluh karena sampai kini tidak ada perhatian dari pemerintah distrik setempat terhadapnya dan beberapa warga lainnya dalam bentuk modal usaha untuk pengembangan usaha yang mereka tekuni selama ini.

Selama ini Elisa hanya mengandalkan modal sendiri untuk mengembangkan usaha pembuatan perahu hias yang ditekuninya sejak tahun 1997.

“Saya sudah berusaha sekuat mungkin supaya bisa maju tapi karena modal pas-pasan jadi hanya begini saja. Maksudnya, perahu yang saya buat hanya beberapa saja dan saya sendiri yang jual bukan orang lain,” kata Elisa, saat ditemui Jubi, Sabtu (3/4/2015).

Rencananya, jika mendapat modal usaha, Elisa akan meningkatkan produksi perahu hiasnya dan akan memakai orang lain atau menyewa tempat di pusat Kota Biak untuk menjual hasil karyanya.

“Selama ini karena modal terbatas tiap minggu hanya buat tiga perahu. Satu sedang, dua kecil. Saya jual Rp 500 ribu. Kapal ukuran kecil saya jual Rp 200 ribu. Per minggu saya bisa dapat pengasilan antara Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu,” kata Elisa.

Hasil penjualan perahu hiasnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai anak-anaknya bersekolah dan kuliah di salah perguruan tinggi swasta di Kota Manokwari.

Sebelumnya, penjual sagu mentah, di depan Pasar Ikan Biak, Ruth Serlin Kapitarauw, mengatakan dirinya juga tidak pernah mendapat bantuan modal usaha dari Pemerintah Kabupaten Biak, sehingga dirinya meminjam modal usaha ke BRI dan Koperasi Simpan Pinjam di Kota Biak. (Marten Boseren)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengrajin di Biak Keluhkan Perhatian Pemerintah