Legislator Ingin Penambangan Pasir Besi di Pronggo Dihentikan

share on:
Ilustrasi Penambangan Pasir - http://cdnimage.terbitsport.com/
Ilustrasi Penambangan Pasir – http://cdnimage.terbitsport.com/

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari Daerah Pemilihan Mimika, dan sekitarnya, Mathea Mamoyau ingin Pemerintah Kabupaten Mimika menghentikan aktivitas penambangan pasir besi di wilayah Pronggo, Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika.

Ia mengatakan, awalnya masyarakat menambang pasir besi di Pronggo untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun kini eksploitasi dilakukan secara besar – besaran oleh perusahaan milik investor Cina.

“Tapi tanpa ada ijin dan kesepkatan dengan masyarakat setempat. Saya ingin pemerintah tegas dan melihat dampak penambangan pasir di wilayah Pronggo. Ini harus dihentikan. Itu sudah bukan tambang rakyat lagi,” kata Mathea, Senin (5/10/2015).

Menurutnya, kondisi itu tak bisa dibiarkan. Penambangan pasir tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada abrasi dan kerusakan lingkungan sekitar. Jika itu terjadi, kehidupan masyarakat di wilayah Pronggo akan terancam. Padahal tak semua masyarakat setempat mendapat keuntungan dari aktivitas penambangan pasir itu.

“Saya sudah mencoba meminta penjelasan pihak Dinas Pertambangan Mimika mengenai hal itu. Namun pihak dinas terkesan menghindar. Seolah tak peduli dengan kondisi yang terjadi. Hanya oknum tertentu yang menerima manfaatnya,” ucapnya.

Katanya, kalaupun penambangan pasir itu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar nantinya, perlu ada pembicaraan dan MoU dengan masyarakat adat sekitar.

“Kompensasi untuk masyarakat adat harus jelas. Jangan sampai masyarakat ada sekitar jadi korban kepentingan pihak tertentu,” katanya.

Pada suatu kesempatan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Mimika, Philipus Kehek mengatakan, pertambangan pasir di wilayah Pronggo legal. Namun ia tak tahu apakah perusahaan yang beroperasi di sana memiliki semua ketentuan dibidang pertambangan, izin lingkungan, membayar pajak dan lainnya ke negara serta melaporkan jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan itu ke pemerintah dan pihak Imigrasi. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator Ingin Penambangan Pasir Besi di Pronggo Dihentikan