BMKG Tak Sebarkan Informasi Gempa Melalui SMS

share on:

Sorong, JubiKepala Kelompok Teknisi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Sorong, Yacob Rumbiak mengatakan, pihaknya tidak menyebarkan informasi tentang gempa tektonik dan tsunami melalui pesan singkat atau SMS.

Menurut dia, gempa tektonik merupakan gempa yang terjadi dari dalam perut bumi sehingga sulit diprediksi. Lain halnya dengan gempa yang diakibatkan gunung meletus. Gempa tersebut dilihat dari tebalnya kabut asap pada gunung berapi.

“Kalau gempa akibat gunung berapi kita bisa pastikan lewat asapnya. Nah, jika asapnya sangat tebal, berarti kita sudah bisa berikan warning kepada masyarakat,” katanya kepada Jubi di Sorong, Papua Barat, Selasa 96/10/2015).

Ketika terjadi gempa tektonik yang sangat keras, seperti baru-baru ini di Kota Sorong, maka dipastikan akan diikuti dengan gempa susulan. Namun kekuatannya kecil, perlahan gempa tersebut hilang dengan sendirinya.

Oleh karena itu, Yacob mengimbau kepada masyarakat Kota Sorong, untuk tidak terpancing dengan SMS yang menyebutkan akan terjadi gempa dan tsunami.

“Kerjakan aktivitas seperti biasanya. Jangan terpancing dengan isu terjadinya gempa dan tsunami, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas masing-masing,” katanya.

Pasca gempa tektonik dengan kekuatan 6,8 SR, Jumat (25/9/2015) lalu warga dihantui oleh SMS yang beredar. “Hati-hati karena pada pukul 00.00 WIT, akan terjadi gempa susulan kekuatan 9,0 SR dibarengi sunami”. Demikian SMS yang beredar. Selain itu “Waspada malam ini bakal ada gempa lagi dengaan kekuatan 9,0”.

Seorang warga Sorong, Murni meminta sosialisasi dini kepada masyarakat oleh pihak BMKG agar warga tidak panik. (Niko MB)

 

 

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BMKG Tak Sebarkan Informasi Gempa Melalui SMS