Ikut Asuransi Berarti Sayang Keluarga

share on:

Jayapura, Jubi – Banyak kalangan agu setiap menerima tawaran mengikuti asuransi. Alasannya, kebijakan penyedia asuransi yang manis menawarkan produk tapi berbelit saat customer akan ajukan klaim.

Menurut Agency Director PT Zurich Topaz Life Papua dan Papua Barat, Aisyah Arifin, kepada Jubi, Selasa (6/10/2015), sikap sebagian masyarakat dinilai wajar dan merupakan bentuk ketidaktahuan terhadap manfaat asuransi.

“Saran saya, jika ingin membeli produk asuransi dengan segala manfaat yang ditawarkan, masyarakat harus mempelajari detail produk asuransi,” katanya.

Ketidaktahuan dan tidak lengkapnya penjelasan tentang produk yang ditawarkan akan membuat kecewa.

“Manfaat asuransi sangat besar. Asuransi akan terasa saat keluarga mendapat musibah. Jika sayang keluarga, belilah asuransi,” katanya.

Disisi lain, peran seorang agen pemasaran asuransi harus lebih maksimal menjelaskan produk yang dipasarkan, antara lain apa hak dan kewajiban nasabah, serta premi.

Agen pemasaran yang baik harus memiliki sertifikasi atau lisensi yang dikeluarkan Asosiasi Asuransi Jasa Indonesia (AAJI).

“Itu lembaga yang diberikan kuasa oleh Otaritas Jasa Keuangan untuk sertifikasi agen pemasaran asuransi,” katanya.

Harus diakui, masih banyak agen pemasaran asuransi yang belum bersertifikasi. Artinya, mereka belum berhak menjual produk asuransi.

“Sebaiknya tanyakan apakah sudah memiliki lisensi atau belum,” katanya.

Agen asuransi nakal biasanya hanya mengejar target dan income sebagai fee dalam menjual produk asuransi.

Pengguna jasa asuransi Mandiri, Beatrix Ibo, mengatakan dirinya menggunakan asuransi untuk pendidikan anaknya. Menurutnya, pendidikan sangat penting untuk masa depan anaknya.

“Dari kantor memang ada asuransi kesehatan namun hanya untuk saya sebagai pekerja yang sangat beresiko yaitu jurnalis. Untuk itu, saya memilih asuransi Mandiri yang kelak digunakan anak-anak saya,” katanya. (Roy Ratumakin)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ikut Asuransi Berarti Sayang Keluarga