Legislator: Pangdam Tak Cukup Hanya Minta Maaf ke Rakyat Papua

share on:
Ilustrasi Prajurit TNI - Jubi/Arjuna
Ilustrasi Prajurit TNI – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Permintaan maaf Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal (TNI) Hinsa Siburian kepada rakyat Papua atas tindakan prajuritnya yang tak beretika selama bertugas di Bumi Cenderawasih, ditanggapi Legislator Papua, Laurenzus Kadepa.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum dan HAM itu mengatakan, tak cukup hanya dengan meminta maaf, perlu ada langkah – langkah kongkrit yang ditempuh. Tidak hanya lewat permintaan maaf.

“Permintaan maaf Pangdam saja tidak cukup. Perlu ada langkah-langkah hukum terhadap para pelaku kekerasan. Misalnya pelaku diproses ke pengadilan militer, bahkan ke pengadilan HAM sekalipun, rekonsiliasi dengan berbagai lapisan masyarakat di Papua yang diduga korban kekerasan aparat TNI selama ini. Termasuk merubah pola pendekatan keamanan di Papua,” kata Kadepa kepada Jubi, Selasa (6/10/2015).

Menurutnya, permintaan maaf itu tak ada artinya dimata rakyat Papua jika tak ada tindakan nyata. Perlu ditindaklanjuti dengan menyelesaikan berbagai kekerasan masa lalu di Papua, yang diduga dilakukan prajurit TNI kepada warga sipil.

“Ini agar masyarakat juga merasa mandapat keadialan dan dihargai negara. Mereka juga bisa merasa kalau mereka adalah bagian dari negara. Jadi selesaikan dulu kasus yang sudah terjadi, dan kedepan tak terulang lagi,” ucapnya.

Meski begitu, Kadepa mengapresiasi niat baik Pangdam Siburian. Katanya sikap pimpinan TNI di Papua itu mencerminkan jiwa prajurit yang sebenarnya. Berani mengakui kesalahan.

“Niat baik Pangdam meminta maaf harus diapresiasi. Satahu saya, dia  Pangdam pertama yang berani meminta maaf kepada rakyat Papua. Pangdam – Pangdam sebelumnya tak melakukan itu. Semoga Pangdam komitmen mengontrol prajuritnya di lapangan agar tak lagi melakukan kekerasan kepada masyarakat sipil, apapun alasannya,” katanya.

Pada syukuran HUT TNI ke- 70 di Lapangan Silas Papare Makodam XVII Cenderawasih, Senin (5/10/2015), Pangdam Siburian menyampaikan permohonan maaf atas tindakan para prajuritnya yang tidak beretika selama menjalankan tugasnya di Tanah Papua.

Ia berharap, perilaku tak terpuji para prajuritnya tak terulang di masa mendatang, sehingga bisa lebih terfokus dalam membangun di Papua.

“Pada HUT ke 70 ini kami seluruh prajurit TNI di Papua sebagai manusia biasa yang tak luput dari kekurangan dan mengakibatkan hal-hal tak baik dan menyakiti hati rakyat. Pada kesempatan ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya” kata Hinsa Siburian. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator: Pangdam Tak Cukup Hanya Minta Maaf ke Rakyat Papua