Bulog Baru Serap 30 Persen Beras Petani NTT

share on:

Kupang, Jubi/Antara – Kepala Badan Urusan Logistik Devisi Regional (Bulog Divre) Nusa Tenggara Timur, Mustofa Kamal, mengatakan pihaknya baru menyerap sebanyak 4.903 ton beras petani setempat dari target yang ditetapkan untuk 2015 sebesar 15 ribu ton.

”Artinya, baru sekitar lima persen atau sepertiga dari total pagu yang ditetapkan untuk dibeli dari petani di kantong-kantong produksi beras untuk dicadangkan jika sewaktu-waktu diperintahkan disalurkan ke rumah tangga sasaran yang membutuhkan,” katanya, di Kupang, Rabu (7/10/2015).

Pengadaan ini, lanjutnya, akan terus dilakukan sampai akhir tahun sepanjang harga masih sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 7.300 per kilogram.

Total penyerapan merupakan akumulasi dari awal tahun hingga September 2015 berasal dari Kabupaten Rote Ndao 2.438 ton, Ruteng 615 ton, Bajawa 336 ton, Atambua 30 ton, Waikabubak 555 ton, Labuan Bajo 869 ton, dan Waingapu 45 ton. Sementara 17 ton pengadaan dari petani Oesao.

“Jadi masyarakat NTT tidak perlu khawatir terkait stok beras karena stok aman sampai enam bulan ke depan. Bulan November dan Desember kita rencanakan lagi, namun yang pasti stok kita akan aman hingga akhir tahun ini,” katanya.

Ia menyebutkan pagu beras miskin (raskin) NTT tahun 2015 sebanyak 75.923,820 ton untuk 421.799 rumah tangga sasaran (RTS).

Realisasinya hingga September 2015 mencapai sekitar 87 persen dengan catatan sempat mengalami penurunan karena adanya kebijakan penambahan beras untuk warga RTS bulan ke 13 dan 14 sehingga sempat mengalami penurunan hingga 76 persen pada akhir September 2015 dan diperkirakan akan kembali stabil setelah beras bulan ke 13 dan 14 mulai disalurkan.

Jadi sesuai dengan peruntukannya, kata dia, stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu 4-6 bulan ke depan. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bulog Baru Serap 30 Persen Beras Petani NTT