Perubahan Aturan Tentang Senjata Kaledonia Baru, Mengecewakan

share on:
Senjata api - AFP
Senjata api – AFP

Jayapura, Jubi – Seorang politisi terkemuka di Kaledonia Baru, Philippe Gomes, mengatakan perubahan hukum Perancis untuk membatasi kepemilikan senjata di wilayah itu gagal mengatasi kekhawatiran tentang senjata ilegal.

Pekan lalu, legislatif Perancis menyetujui draf perubahan hukum untuk wilayah luar negeri yang akan mulai berlaku tahun depan, 2016, yang membuka jalan bagi warga yang ingin memiliki senjata. Perubahan hukum itu membatasi warga Kaledonia Baru dengan empat senjata tiap kepemilikannya.

Philippe Gomes menggambarkan perubahan itu adalah berbahaya karena mereka yang memiliki senjata secara hukum akan terganggu sementara ada urgensi untuk menghentikan masalah yang disebabkan oleh mereka yang memegang senjata secara ilegal. Ia telah mengangkat keprihatinannya berulang kali dan mendekati perdana menteri Perancis, Manuel Valls, tentang hal itu.

Pada 2013, Perancis mengisyaratkan pengetatan hukum tentang kepemilikan senjata, yang berdampak pada meroketnya penjualan senjata dan saat ini ada sekitar satu senjata api untuk setiap dua penduduk dewasa.

Pada tahun 2011, hukum tentang kepemilikan senjata telah diberlakukan umum, peraturan tidak membatasi jumlah senjata yang dimiliki seseorang selama ia bisa membeli hanya dengan sebuah kartu identitas, surat izin berburu dan sertifikat medis yang menyatakan kemampuan fisik dan mental baik untuk membeli senjata api. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perubahan Aturan Tentang Senjata Kaledonia Baru, Mengecewakan