Rumah Sakit Swasta akan Hadir di Tolikara

share on:

Wamena, Jubi – Pemerintah daerah Kabupaten Tolikara akan bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta untuk membangun rumah sakit swasta guna menjawab persoalan kesehatan di kabupaten tersebut dan wilayah pegunungan pada umumnya. Dari kerja sama itu, pemerintah daerah menyiapkan lahan yang bakal dibangun rumah sakit tersebut.

Hal itu menyusul kunjungan penyandang dana yang diwakili pengusaha dari Jakarta, James Riyadi bersama dari Kemenkopolhukam mengunjung Tolikara terkait kerja sama yang akan dibangun.

“Terkait pembangunan rumah sakit swasta pemda bekerja sama dengan Siloam, Lippo Karawaci ini kita lakukan coba di pegunungan dengan melibatkan Lippo grup, kemarin kedatangan menkopolhukam bersama pengusaha Pak James Riyadi untuk melihat lokasi yang akan dijadikan rumah sakit,” kata Sekda Tolikara, Dance Yulian Flassy kepada wartawan di Wamena, Selasa (6/10/2015).

Dijelaskan, rumah sakit swasta ini akan menangani penyakit-penyakit tertentu sehingga tidak mematikan RSUD yang sudah ada. Jika hal ini terwujud, dikatakannya akan menjadi satu kesatuan antara pihak swasta dan pemerintah daerah dalam melayani kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Sekda Dance, dengan menghadirkan rumah sakit swasta, salah satu upaya pemerintah daerah mengurangi beban pemerintah daerah dalam pembangunan daerah untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita tidak hanya mengandalkan dana-dana pemerintah, ini yang kita coba pengalaman saya tinggal di Jakarta melihat peran swasta ini yang sekarang saya coba terapkan dalam pemerintahan,” katanya.

Selain bekerja sama membangun rumah sakit swasta, pihaknya juga berencana menjadikan Tolikara sebagai pusat penyediaan kebutuhan pokok masyarakat bagi Pegunungan Tengah. Rencana ini juga melibatkan pihak swasta yang akan menjadi penyuplai kebutuhan pokok sekaligus distributor serta membangun gudang penyimpanan.

Untuk mendukung ini, pemerintah daerah berencana membuka akses jalan dari Tolikara ke Kabupaten Mamberamo Raya dan Sarmi. Pembukaan akses jalan ini dimaksudkan agar transportasi pendistribusian barang bisa dilakukan dari dua arah. “Sehingga dua kutub ini terbangun, Jayawijaya lewat udara dan udarat, sedangkan untuk Tolikara bisa didukung lewat sungai melalui Mamberamo Raya dan Sarmi,” katanya. (Islami)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Rumah Sakit Swasta akan Hadir di Tolikara