Dalam Seminggu, Tiga Ton Beras Dibeli dari Tempat Penggilingan

share on:

 

 

 

beras
Mba Lin, Salah seorang penjual beras Merauke di pinggir jalan. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Berbagai jenis beras Merauke mulai dari Memberamo, Pandan Wangi, dan Raja Lele dijual para pedagang di berbagai tempat di Merauke. Harga bervariasi, dari Rp 8.500/kg hingga Rp 10.500/kg.

Salah seorang penjual beras di pinggiran jalan masuk di Pasar Mopah, Mba Lin, Jumat (9/10/2015), mengaku dalam seminggu dirinya mengambil beras dari tempat penggilingan sebanyak tiga ton.

“Saya biasa ambil di beberapa tempat mulai dari Semangga, Sermayam, Kurik, dan Salor,” katanya.

Harga beras yang diambil dari tempat penggilingan paling rendah Rp 8.000 untuk jenis Memberamo. Beras paling mahal, Pandan Wangi, Rp 10.000. Beberapa jenis lain berkisar Rp 8.500-Rp 9.000.

“Saya jual Rp 9.000 sampai Rp 11.000. Itu untuk dapat menutupi biaya angkut dari tempat pengambilan di lokasi penggilingan,” katanya.

Mba Lin mengaku penghasilan antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Mbak Lin mengatakan berita tentang kekeringan sawah petani tidak berdampak bagi stok beras. Justru tahun ini beras sangat banyak dan permintaan setiap minggu sebanyak tiga ton tetap diantar seperti biasa.

“Cadangan beras petani banyak karena musim tanam pertama. Hasil gabah sangat memuaskan,” katanya.

Jika dibandingkan tahun 2014, beras sangat sulit didapatkan dan harga bisa mencapai Rp 14.000/kg.

“Tahun ini beras banyak dan harga masih sangat murah,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko, beberapa waktu lalu mengatakan meskipun sudah masuk musim tanam kedua, tidak semua sawah petani berhasil baik. Pada musim tanam pertama, gabah sangat banyak dan menjadi cadangan petani untuk dijual. (Frans L Kobun)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dalam Seminggu, Tiga Ton Beras  Dibeli dari Tempat Penggilingan