Pemda Nabire Diminta Segera Tutup Lokalisasi Samabusa

share on:
Beberapa wisma di lokalisasi Tanjung Elmo tampak sepi pasca penutupan Agustus lalu - Jubi/Engel Wally
Beberapa wisma di lokalisasi Tanjung Elmo tampak sepi pasca penutupan Agustus lalu – Jubi/Engel Wally

Nabire Jubi – Solidaritas Mahasiswa Nabire meminta Pemerintah Kabupaten (pemkab) Nabire diminta untuk segera menutup lokalisasi yang berada di Samabusa, Nabire.

“Lokalisasi tersebut memiliki dampak negatif yang teramat besar, yang secara sistematis akan mengorbankan banyak nyawa warga asli Papua,” kata Kordinator Solidaritas Mahasiswa Nabire di Jayapura, Yohanes Piyaiye Magai, Jumat (9/10/2015)

Mahasiswa meminta pemkan Nabire segera mencabut surat izin, menutup tempat prostitusi tersebut dan Pekerja Seks Komersial (PSK) bekerja di lokalisasi dapat segera dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Menurutnya, beberapa daerah di Papua, seperti Tangjung Elmo Kabupaten Jayapura, dan Wamena sudah melakukannya terlebih dahulu, dan Nabire dapat mencontohnya.

“Sebab kebijakan atas penutupan tempat lokalisasi itu sudah merupakan kebijakan nasional, sehingga Pemkab Nabire bisa juga melakukannya,” katanya.

Menurutnya, Pjs. Bupati Sendius Wenda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) secara sadar telah membiarkan lokalisasi tersebut.

“Seharusnya pemerintah daerah harus mengambil kebijakan dengan cepat dan tegas. Jika tidak demikian berarti pemerintah bukan wakil Allah, tapi pembunuh Allah saja,” kata mantan Ketua BEM STIH Umel Mandiri Jayapura itu.

Sebelumnya, menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yambise yang turut hadir juga menilai positif atas adanya penutupan lokalisasi tersebut.

Menurutnya, tempat prostitusi mempengaruhi terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang biasa dilakukan oleh kepala keluarga terhadap istri dan anak-anak. (Ernest)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemda Nabire Diminta Segera Tutup Lokalisasi Samabusa