Laporan: Wartawan Dimungkinkan Masuk Ke Kamp Penahanan Pengungsi Di Nauru

share on:
Pengunjuk rasa Nauru - RNZ
Pengunjuk rasa Nauru – RNZ

Jayapura, Jubi – Pemerintah Nauru melaporkan, pihaknya tengah mempersiapkan bagaiaman memungkinkan wartawan lokal untuk memasuki pusat penahanan pencari suaka pulau, namun biaya visa yang tinggi tetap akan dikenakan bagi wartawan asing.
The Guardian melaporkan sebuah email dari manajer operasi Nauruan, Berilyn Yeremia, telah menyarankan kepada staf di pusat penahanan bahwa pemerintah akan memungkinkan sejumlah wartawan orang Nauru untuk masuk.

Pusat-pusat penahanan pencari suaka di Nauru telah terkena serangkaian tuduhan adanya penyerangan seksual dan insiden serius lainnya dalam beberapa bulan. Peristiwa-peristriwa itu telah menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan para pencari suaka yang ingin ke Australia itu.

Namun, hanya ada segelintir media lokal di pulau itu, kebanyakan dari mereka dikendalikan pemerintah. Sehingga, tidak banyak kejadian kekerasan yang disebutkan itu dapat dilaporkan.

Wartawan asing berharap melakukan perjalanan ke Nauru dengan harus membayar biaya yang tidak dapat dikembalikan sebesar US $ 7.000 untuk aplikasi visa, dengan mengaharapkan ada jaminan aplikasi mereka akan disetujui. (Yuliana Lantipo)

Tags:
Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Laporan: Wartawan Dimungkinkan Masuk Ke Kamp Penahanan Pengungsi Di Nauru