Waket III DPRP Hearing Dialog dengan Mahasiswa Empat Kabupaten

share on:
Waket III DPRP, Yanni Usai Hearing Dialog dengan Perwakilan Mahasiswa, Sabtu (10/11/2015) - Jubi/IST
Waket III DPRP, Yanni Usai Hearing Dialog dengan Perwakilan Mahasiswa, Sabtu (10/11/2015) – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua (Waket) III DPR Papua, Yanni hearing dialog dengan sedikitnya 100 perwakilan mahasiswa dari tiga kabupaten di wilayah selatan Papua yaitu Mappi, Bovendigoel, Asmat dan Merauke. Agenda itu dilakukan di ruang pertemuan salah satu hotel di kawasan Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (10/10/2015).

Yanni mengatakan, hearing dialog itu dalam rangka menjaring aspirasi dari mahasiswa. Berbagai keluhan dan masalah yang dihadapi selama ini, disampaikan mahasiswa kepada Ketua DPD Gerindra Papua tersebut ketika hearing dialog.

“Baik yang menyangkut kesejahteraan hidup maupun minimnya sarana dan prasarana asrama yang ditempati para mahasiswa. Banyak diantara mereka mengeluh mengenai terbatasnya  sarana dan prasarana asrama kini.  Baik itu mengenai  air bersih, listrik, maupun sarana belajar mengajar yang sangat terbatas,” kata Yanni via teleponnya kepada Jubi, Minggu (11/10/2015).

Menurutnya, kapasitas dan daya tampung asrama yang tak sebanding dengan jumlah penghuni, juga menjadi  permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Sementara menyangkut kesejahteraan hidup, para mahasiswa  merasa kurang mendapat perhatian  dari pemerintah daerah masing-masing, sehingga menjadi masalah  yang akan berpengaruh terhadap prestasi mereka.

“Saya prihatin terhadap  kondisi itu, dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut di DPR Papua. Dengan kebijakan alokasi dana Otsus  dari Pemerintah Provinsi Papua, yang lebih besar kepada kabupaten/kota, mestinya masalah seperti itu dapat  teratasi,” ucapnya.

Katanya, jika kita ingin menghasilkan sumberdaya manusia yang baik dan berkualitas, sudah saatnya  pemerintah kabupaten/kota merubah paradigma berpikirnya. Jangan hanya asal membangun asrama bagi mahasiswa dan setelah itu melepas mereka begitu saja, tetapi harus benar-benar memperhatikan semua aspek  yang dibutuhkan, termasuk masalah kebutuhan hidup sehari-hari.

“Apalagi mereka yang tinggal di asrama umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, asrama yang dibangun juga harus   dilengkepai dengan fasilitas belajar yang memadai, agar selain menjadi tempat tinggal nyaman, juga menjadi tempat menunjang aktivitas  belajar,” katanya.

Menciptakan sumber daya manusia berkualitas lanjut dia, tak cukup hanya dengan memperbaiki institusi pendidikan dan sarana/prasarana pendidikan maupun tenaga pendidik, tetapi juga harus memperhatikan aspek  manusianya yang menjadi sasaran pendidikan, seperti  kecukupan gizi, kesehatan, dan lainnya. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Waket III DPRP Hearing Dialog dengan Mahasiswa Empat Kabupaten