Harga Lada di Teluk Wondama Rp 300 Ribu/Kilogram

share on:

Manokwari, Jubi/Antara – Harga lada atau merica di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, saat ini mencapai Rp 300 ribu per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Soyar, Teluk Wondama, Mama Jein, di Teluk Wondama, Senin (12/10/2015), mengatakan lonjakan harga lada ini terjadi karena stok lada di daerah tersebut langka.

Saat ini pedagang harus mendatangkannya dari luar daerah, seperti Manokwari dan Nabire.

Mama Jein mengatakan harga lada meningkat 100 persen lebih dari harga sebelumnya.

“Biasanya kami jual harga Rp 120 ribu per kilogram. Sekarang minimal Rp 300 ribu,” katanya.

Mama Jein menyebutkan di Nabire pedagang membeli dengan harga Rp 200/kg. Selain itu, pedagang pun harus mengeluarkan biaya transportasi cukup besar untuk mendatangkannya ke Wondama.

Sementara harga bawang merah dan bawang putih, lanjut Mama Jein, saat ini mencapai Rp 30 ribu/kg. Menurutnya, harga bawang relatif masih stabil.

”Cabai kecil saat ini murah, per kilogram hanya Rp 15 ribu samai Rp 20 ribu,” katanya.

Melonjaknya harga lada membuat warga enggan membeli dalam jumlah banyak.

Hendrik, salah seorang pemilik warung di Kampung Kambumi Distrik Wasior, mengatakan saat ini dia hanya bisa membeli lada paling banyak 1/4 kg, dengan harga Rp 80 ribu.

Ia pun terkadang hanya bisa membeli lada kemasan seharga Rp 5 ribu.

“Harga lada terlalu mahal, kami tidak berani beli banyak,” katanya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Harga Lada di Teluk Wondama Rp 300 Ribu/Kilogram