Wagub : Papua Harus Siap Hadapi MEA

share on:

Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan mau tidak mau, Papua harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang bakal diberlakukan akhir Desember tahun ini.

“Kita akan bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, dimana mau tidak mau kita harus siap, karena mau tidak mau suka tidak suka, MEA tetap akan diberlakukan,” kata Klemen Tinal, di Jayapura, Jumat (16/10/2015).

Menanggapi itu, ujar Klemen, saat ini yang harus menjadi perhatian pelaku usaha maupun masyarakat di Papua adalah bagaimana bisa bersaing mengingat tidak bisa dipungkiri lagi orang-orang yang berasal dari negara-negara ASEAN akan datang secara bebas untuk berusaha maupun berinvenstasi di bumi Cenderawasih, sehingga mau tidak mau dibutuhkan kesiapan jika tidak ingin tersingkir.

“Kami harap masyarakat tidak menjadi objek dari diberlakukannya MEA, melainkan masyarakat Papua harus mampu menjadi objek,” ucapnya.

Dia menambahkan, diberlakukannya MEA sejalan dengan salah satu visi Gubernur Papua, Lukas Enembe dan dirinya yakni kemandirian dimana orang Papua harus mandiri.

“Kalau dibilang mandiri, maka orang Papua harus bisa berusaha secara mandiri, kalau ditopang oleh pemerintah terus terutama pengusaha Papua harus bisa menjadi pengusaha mandiri tidak boleh hanya menjadi pengusaha plat merah saja,” kata Klemen.

Ditempat terpisah, Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Merry Yoweni mengklaim, para pengusaha asli Papua di wilayahnya belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015, karena masih
butuh intervensi pemerintah berupa “affirmative action”.

“Intervensi pemerintah ini berupa dukungan permodalan untuk usaha karena tanpa hal ini tidak ada yang bisa dilakukan,” katanya.

Selain faktor permodalan, ujar Merry, sistem manajemen yang digunakan untuk mengelola permodalan tersebut harus dipersiapkan dengan baik dan itu KAPP mulai dengan anggotanya di 42 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Jika nantinya pemerintah mau membantu dalam permodalan, para pengusaha ini pun tidak bisa santai sehingga KAPP sebagai salah satu organisasi yang dibentuk dari masyarakat adat akan memback up pengelolaan dan manajemennya,” ucapnya. (Alexander Loen)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wagub : Papua Harus Siap Hadapi MEA