Aris Sirait: Kekerasan Terhadap Anak adalah Kejahatan Luar Biasa

share on:
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait - Jubi/Arjuna
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait menyatakan, kekerasan terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa.

Ia mengatakan, yang harus didiskusikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2015 di Kantor Gubernur Papua, Selasa (20/10/2015), sebagai bagian tanggungjawab bahwa kekerasan terhadap anak harus diletakkan bangsa ini sebagai kejahatan luar biasa.

“Ini supaya pelaku dapat dihukum maksimal. Kami sedang gagas misalnya hukuman sumur hidup atau minimal 20 tahun, dan ditambah hukuman kastrasi kebiri lewat suntik kimia dan dikenakan sosial panismen sesuai putusan pengadilan. Saya kira itu yang penting. Ini yang sedang kami gagas ke Komisi III DPR RI dan Pemerintah,” kata Aris Merdeka Sirait kepada wartawan usai peresmian rumah aman perempuan dan anak di Polda Papua, Senin (19/10/2015) petang.

Katanya, suka tak suka, Undang-Undang nomor 3 Tahun 2013 tentang perlindungan anak menyatakan, segala tindakan yang melukai dan menganiaya anak adalah kekerasan.

Terpisah, Koordinator Seksi Acara Rakornas Perempuan F. X Motte mengatakan, Rakornas akan dihadiri seluruh perempuan se-Indonesia dan akan melahirkan deklarasi Papua, yang akan dibawa ke Jakarta untuk dilaporkan ke Presiden Joko Widodo, sehingga bisa menjadi regulasi baru yang mengatur perempuan dan anak.

“Deklarasi Papua ini berisi tentang hasil diskusi seluruh perempuan Indonesia.  Dalam Rakornas nanti juga akan ada pelantikan Satgas perlindungan perempuan dan anak, yang akan diisi oleh ketua tim penggerak PKK dari lima provinsi,” kata Mote. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aris Sirait: Kekerasan Terhadap Anak adalah Kejahatan Luar Biasa