Mendikbud: Temukan Kembali Indonesia melalui Jalur Rempah

share on:

Jakarta, Jubi/Antara – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengatakan peran Indonesia sebagai bangsa besar bisa ditemukan pada jalur perdagangan rempah-rempah yang pernah menjadi komoditas andalan Nusantara sejak zaman kerajaan maupun kesultanan.

“Kalau kita perhatikan, jalur perdagangan rempah itu hampir seluruhnya melewati laut. Karena itu kita bisa membaca pesan bahwa kejayaan itu diraih melalui penguasaan jalur maritim Nusantara,” kata Anies, saat membuka pameran ‘Jalur Rempah: The Untold Story’ di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (18/10/2015).

Karenanya, lanjut Anies, kesadaran akan pentingnya laut dan maritim menjadi sangat penting terus ditanamkan dalam pemikiran bangsa Indonesia.

Hal itu bisa dilakukan dengan memunculkan kembali isu tersebut dalam ekspresi budaya Indonesia mulai dari sastra sampai seni. Imajinasi bangsa tentang laut dan maritim sudah lama kosong.

“Saya rasa ini pesan yang perlu digaungkan terkait jalur rempah ini,” kata Anies.

Kawasan Nusantara sudah sangat lama dikenal sebagai penghasil rempah dengan kualitas nomor wahid dan berharga mahal dan sangat terkenal di dunia.

Tahun 400 Masehi, seorang sastrawan India bernama Kalidasa menyebut istilah “Dvipantara” sebagai kepulauan penghasil cengkih dalam kumpulan puisinya berjudul Raghuvamsa.

Para sejarawan memercayai Dvipantara adalah Nusantara atau Indonesia setelah merdeka.

Rempah seperti cengkih dan pala termasuk komoditas yang sangat berharga dan nilainya lebih dari emas, seperti pernah ditulis Jack Turner, yang mengutip katalog dari saudagar Italia, Francesco Balducci Pegolotti.

Cengkih dan pala hanya tumbuh di daerah barat Halmahera, yaitu Tidore, Ternate, Moti, Makian, dan Bacan. Dua tanaman tersebut juga terdapat di Pulau Banda.

Rempah-rempah dari Maluku diperdagangkan di Jawa dan Sumatera, yang membuat Kerajaan Sriwijaya hingga Banten menjadi pusat perdagangannya.

Komoditas ini kemudian terkenal ke seantero dunia karena bisa menyejahterakan para pedagang.

Pundi-pundi kekayaan dari rempah inilah yang membuat bangsa Eropa, termasuk Portugal, Spanyol, dan Belanda masuk ke Nusantara dan memulai era kolonialisasi.

Pameran ‘Jalur Rempah: The Untold Story’diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Yayasan Bina Museum Indonesia, 18-25 Oktober 2015 di Museum Nasional. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mendikbud: Temukan Kembali Indonesia melalui Jalur Rempah