Dampak Kabut Asap Harga Pinang Naik

share on:
Suasana sepinya pedagang pinang di Eks Pasar Swadaya Timika (Jubi/Istimewa)
Suasana sepinya pedagang pinang di Eks Pasar Swadaya Timika (Jubi/Istimewa)

Timika, Jubi – Kabut asap yang menyelimuti Timika dan menghambat penerbangan membuat harga pinang di kota Timika naik menjadi Rp 200 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 75 ribu.

“Sudah empat hari ini penjualan pinang menurun. Hari ini stok pinang dari Jayapura sudah tidak ada. Pinang lokal harganya jadi tinggi,” kata Udin, penjual pinang di eks Pasar Swadaya, Senin (19/10/2015).

Dikatakan, kabut asap yang menyelimuti Timika beberapa hari terakhir dan menghentikan jadwal penerbangan dari dan ke Timika, menyebabkan stok pinang, baik di pedagang maupun distributor di eks Pasar Swadaya Timika, kosong.

“Pinang lokal Timika masih ada tapi harganya lebih lebih mahal dari pinang Jayapura,” katanya.

Harga pinang lokal saat ini dijual Rp 20 ribu per tumpuk.

Kondisi saat ini penjualan pinang di Kota Timika tidak seramai sebelum munculnya kabut asap. Meja pedagang pinang umumnya bersih, karena sementara mereka tidak berjualan.

Karel Kogoya, warga eks Pasar Swadaya, mengatakan, kabut asap di Timika membuat dirinya susah mencari pinang.

“Saya sudah kebiasaan makan pinang. Meski pinang lokal harganya lebih mahal, saya tetap membeli. Pinang Jayapura tidak ada,” katanya.

Informasi yang dikumpulkan di lapangan, sebelumnya harga satu tumpuk (isi lima hingga 10 buah) Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Kini dengan jumlah yang sama, pinang dijual Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. (Eveerth Joumilena)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dampak Kabut Asap Harga Pinang Naik