Gubernur Diminta Tegas Larang Burung Cenderawasih Sebagai Hiasan

share on:
Burung Cenderawasih imitasi buatan Kabupaten Jayapura - Jubi/Marten Boseren
Burung Cenderawasih imitasi buatan Kabupaten Jayapura – Jubi/Marten Boseren

Biak, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe diminta tegas melarang penggunaan ‘Burung Cenderawasih’ sebagai hiasan kepala. Pasalnya hingga kini masih terdapat sejumlah masyarakat di berbagai daerah di Papua yang tetap menggunakan ‘Burung Cenderawasih’ sebagai hiasan kepala.

Hal tersebut diungkapkan oleh Oktovianus Kawer, penjaga stand Kabupaten Supiori,Papua di Festival Seni Kreasi Papua saat ditemui Jubi, Selasa (20/10/2015 ).

Oktovianus Kawer mengatakan, tujuan pihaknya mengikuti lomba pembuatan Burung Cenderawasih imitasi adalah untuk mengkampanyekan bahaya musnahnya Burung Cenderawasih di Papua akibat ulah masyarakat Papua, seperti menjadikan burung cenderawasih sebagai hiasan kepala.

Hal senada juga diunkapkan, Herlina Rumkorem, pembuat Burung Cenderawasih imitasi dan Hiasan Kepala (Makhota) Berbahan Burung Cenderawasih imitasi untuk kepentingan bisnis.

Menurutnya, gubernur harus mengeluarkan sebuah peraturan daerah yang memberikan sanksi secara tegas kepada setiap orang yang menggunakan Burung Cenderawasih sebagai hiasan kepala.

Kalau untuk kegiatan seperti ini harus dimasukan dalam salah satu unsur penilaian. Bila ada salah satu grup yang tampil menggunakan Burung Cenderawasih asli, grup tersebut meskipun tampil sangat bagus tetap dianggap diskualifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta Dewan Kesenian Papua untuk melarang penggunaan Burung Cenderawasih asli yang diawetkan sebagai hiasan kepala.Gubernur Papua mengatakan, bila masyarakat berkeinginan memakai Burung Cenderawasih sebagai hiasan kepala harus menggunakan yang imitasi

Kalau semua pakai yang asli, keberadaan Burung Cenderawasih akan punah, generasi Papua mendatang tidak akan melihat burung surga itu lagi karena setiap hari diburu dan dijadikan hiasan kepala,”ujar Gubernur Papua belum lama ini.

Selain itu kata Gubernur Papua, penggunaan hiasan kepala dari Burung Cenderawasih saat ini digunakan secara sembarang. Seharusnya dibuatkan kelas dan klasifikasi siapa saja yang boleh memakai dan dan siapa yang tidak sehingga tidak dipakai sembarang oleh siapapun.

Itu tugas DKP untuk menata kembali. Mulai saat ini cara ini tidak boleh dipakai lagi. Harus ada kelas – kelas boleh memakai hiasan dari Burung Cenderawasih itu. Siapa saja tidak boleh sembarang pake,” ucap gubernur belum lama ini. (Marten Boseren)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gubernur Diminta Tegas Larang Burung Cenderawasih Sebagai Hiasan