Samakan Persepsi dan Pemahaman, PLN Gelar FGD Berbagai Stakeholder

share on:

Jayapura, Jubi – Kepala Divisi Operasi Maluku Papua PT PLN (Persero), Arie Wardana, mengakui rencana pengurangan subsidi listrik dari pemerintah pusat pada tahun 2016 akan turun menjadi Rp 38 triliun dari Rp 65 triliun pada 2015 dan Rp 105 triliun pada 2014, akan berdampak.

Kebijakan tersebut dimaksudkan agar subsidi listrik sungguh dimanfaatkan oleh masyarakat tidak mampu. Dengan jumlah dana yang kecil, pemerintah berharap subsidi listrik bisa disalurkan tepat sasaran.

Upaya persiapan kebijakan itu kini mulai dijalankan PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat. Sosialisasi awal penerapan kebijakan tersebut akan dilakukan melalui focus group discusion (FGD) yang akan digelar dengan melibatkan tokoh masyarakat, mahasiswa, dan media.

“Yang dikategorikan subsidi PLN adalah daya 450 VA dan 900 VA Rumah Tangga, yang jumlah di Papua dan Papua Barat mencapai 213 ribu pelanggan. Kita ingin ada persamaan persepsi terkait siapa penerima atau kategorinya, kepada semua stakeholder ini,” katanya, kepada wartawan di Jayapura, Selasa (20/10/2015).

Ari Wardana berharap saat nanti eksekusi ataupun pendataan akan terdapat kesamaan bahasa terkait pengurangan subsidi listrik. Tujuan akhirnya adalah mengurangi subsidi tanpa menaikkan tarif listrik.

“Yang tidak perlu mendapatkan subsidi ya dicabut dan itulah prinsipnya,” katanya.

Diakuinya, upaya pengaturan pelanggan bersubsidi ini dianggap paling efektif sebab data pelanggan akan tetap dinamis dan akan terus berubah.

“Saat ini data yang diberikan Tim Nasional Percepatan Penanggulan Kemiskinan (PNTP2K) ini sedang divalidasi. Berharap November akan selesai. Data ini akan terus berubah, bukan sekali dipakai sampai mati. Yang terpenting adalah pemahaman yang sama dari semua stakeholder,” katanya.

Terkait pengurangan subsidi, Wardana mengaku pengalihan subsidi ini akan kembali dengan upaya peningkatan elektrofikasi Papua dan Papua Barat sebesar 52 persen sehingga subsidi ini bisa digunakan untuk membangun pembangkit listrik yang berbahan murah bukan diesel.

Terkait pelaksanaannya, General Manager PLN WP2B, Robert Sitorus, mengatakan akan terus menunggu petunjuk teknis pelaksanaannya dari pemerintah pusat.

“Kita masih tunggu petunjuk teknisnya,” ucapnya. (Sindung Sukoco)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Samakan Persepsi dan Pemahaman, PLN Gelar FGD Berbagai Stakeholder