Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kapal Thailand

share on:

Banda Aceh, Jubi/Antara – Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sabang, Provinsi Aceh, Noor Ichwan Ichlas, menolak gugatan praperadilan yang dilakukan Yotin Kuarabiah, nakhoda kapal ikan berbendera Thailand, MV Silver Sea 2.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Sabang, Selasa (20/10/2015), hakim Noor Ichwan Ichlas menyatakan pemohon Yotin Kuarabiah tidak berhak mengajukan praperadilan karena bukan pemilik kapal.

Sidang turut dihadiri Hendri Rivai dan kawan-kawan selaku kuasa hukum pemohon. Sedangkan dari termohon hadir Leonard Arpan dan kawan-kawan, kuasa hukum Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

“Nakhoda merupakan pekerja di kapal. Pemohon Yotin Kuarabiah bukan pemilik kapal dan tidak memiliki dukungan untuk melakukan pengujian atas penyitaan kapal tersebut,” kata hakim.

Hakim juga menolak ganti rugi yang diajukan pemohon Rp 6 miliar sebagai akibat ditangkapnya MV Silver Sea 2 sejak 12 Agustus 2015, sehingga tidak bisa beroperasi.

Hendri Rivai, kuasa hukum pemohon, menyatakan pihaknya menerima putusan hakim tersebut namun juga kecewa.

“Kami menilai ada beberapa kejanggalan dalam putusan praperadilan ini namun kami tetap menerima putusan ini,” kata Hendri.

Kejanggalan tersebut diantaranya proses penangkapan dan penetapan tersangka tidak membutuhkan dua alat bukti.

“Hakim beralasan penangkapan dan penetapan tersangka cukup dengan dugaan atas tindakan kejahatan yang dituduhkan kepada klien kami oleh KKP. Putusan ini yang kami kecewakan,” katanya.

MV Silver Sea 2, kapal ikan berbendera Thailand, ditangkap TNI AL menggunakan KRI Teuku Umar di perairan 83 mil dari Pulau Sumatera, 12 Agustus 2015.

Kapal yang hendak ke Bangkok, Thailand, tersebut digiring ke Pangkalan TNI AL di Sabang, Pulau Weh. Saat ditangkap kapal berbobot 2.385 grosston (GT) dengan 19 ABK itu membawa ikan campuran seberat 1.930 ton. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kapal Thailand