Pemerintah Harus Jelaskan Alasan Bela Negara

share on:

Kupang, Jubi/Antara – Antropolog budaya dari Universitas Katolik Widya Mandira (Uniwira) Kupang, Pater Gregor Neonbasu, mengatakan pemerintah perlu menjelaskan alasan yang mendorong lahirnya konsep bela negara.

“Masyarakat Indonesia perlu mengetahui alasan pemerintah menggagaskan konsep bela negara tersebut, agar tidak menjadi bahan perdebatan dalam masyarakat,” katanya, di Kupang, Rabu (21/10/2015).

Ia mengatakan pemerintah perlu menjelaskan tahapan-tahapan terkait konsep bela negara tersebut, karena menyasar generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

“Jangan sampai masyarakat berpikir negara kita sedang dalam keadaan bahaya, sehingga perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pertahanan keamanan negara,” katanya.

Neonbasu mengatakan sangat sependapat dengan konsep bela negara tersebut, namun harus dikemas dalam bentuk Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) seperti yang diberlakukan pada era Orde Baru masa pemerintahan Presiden Soeharto.

“Konsep bela negara, bisa diterapkan pemerintah dalam bentuk seperti itu untuk membangkitkan rasa nasionalisme warga negara lewat penghayatan dan pengamalan terhadap Pancasila sebagai dasar negara,” katanya.

Bela negara tidak harus dilakukan dalam bentuk penggemblengan fisik, tetapi melalui pembinaan mental lewat penataran P4 kepada para peserta didik.

“Saya kurang sependapat dengan pandangan sejumlah pengamat yang menyebut konsep bela negara tersebut untuk meningkatkan rasa nasionalisme generasi muda terhadap bangsa dan negara. Rasanya terlalu cepat jika kita menyimpulkan demikian (meningkatkan rasa nasionalisme). Saat ini, kita lebih pada proses untuk memperbaiki manajemen kebijakan pemerintah yang belum berpihak kepada rakyat secara merata,” katanya.

Ia menegaskan rasa nasionalisme masyarakat terhadap bangsanya, itu ada dan terus menggelora, namun rasa nasionalisme itu sepertinya luntur karena tersendatnya pemerataan pembangunan di semua sektor kehidupan masyarakat.

“Tidak mengherankan jika warga Indonesia yang bermukim di wilayah perbatasan lebih berpaling ke negara tetangga, karena ada kepastian jaminan hidup yang lebih menyata di negeri seberang,” kata Neonbasu.(*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah Harus Jelaskan Alasan Bela Negara