Pendampingan Terhadap OAP Tidak Dilakukan Dengan Baik

share on:
dilupakan
Anggota JDP Papua, pares Wenda. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Pendampingan terhadap Orang Asli Papua (OAP) tidak dilakukan dengan baik. Sehingga kehidupan mereka dari waktu ke waktu, tidak mengalami kemajuan jika dibandingkan dengan para pendatang. Ini menjadi salah satu permasalahan serius yang harus ditanggapi dan disikapi dengan bijaksana oleh berbagai komponen, terutama pemerintah.

“Saya memberikan contoh konkret saja seperti masalah pendidikan di kampung-kampung. Kegiatan belajar mengajar praktis tidak berjalan dengan baik. Karena guru tidak berada di tempat tugas. Persoalan lainnya adalah pendampingan secara melekat untuk mendorong OAP agar bisa maju terutama dari pendapatan ekonomi. Itu yang tak dilakukan,” ungkap anggota Jaring Damai Papua (JDP), Pares L Wenda kepada Jubi Sabtu (24/10/2015).

Dengan membangun komunikasi dan dialog bersama semua komponen yang hidup di Tanah Papua ini, lanjut Pares, sekaligus mengidentifikasi permasalahan-permasalahan maupun konflik yang terjadi sehingga dapat didorong dialog antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua sendiri.

Kerinduan untuk perdamaian, katanya, tidak hanya digumuli oleh Orang Asli Papua, tetapi semua komponen termasuk para pendatang. Karenanya, suatu saat, bisa terselenggara konferensi perdamaian Papua yang dihadiri semua stakeholder baik dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kegiatan seperti begini, tidak hanya dijalankan dan atau dilaksanakan di Kabupaten Merauke. Tetapi semua kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Septer Manufandu dari JERAT Papua mengatakan, berbagai permasalalahan disampaikan oleh masyarakat dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan. Hal-lain yang dibeberkan itu tidak lain menyangkut masalah ekonomi, pendidikan, social maupun budaya dan lain-lain. (Frans L Kobun)

Tags:
Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pendampingan Terhadap OAP Tidak Dilakukan Dengan Baik