Meskipun Tak ada Donor, Program Penguatan Calis Minta Diteruskan

share on:
Kepala SD Inpres Saway Agustinus Rumparpam -m Jubi/Marten
Kepala SD Inpres Saway Agustinus Rumparpam -m Jubi/Marten

Biak, Jubi – Meskipun Program Penguatan Baca Tulis yang digagas Unicef, DFAT dan dinas pendidikan Kabupaten Biak Numfor dan Rumsram berakhir pada November 2015, namun kelangsungan program tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh dinas pendidikan setempat.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala SD Saway, Kampung Karuiberik Distrik Yawosi Kabupaten Biak Numfor,Papua, Agustinus Rumparpam kepada Jubi, Selasa (27/10/2015).

Menurutnya, melalui program ini, perkembangan murid – muridnya cukup baik. Murid – murid kelas 1, 2 dan 3 sebelumnya hanya hanya mengenal nama huruf, kini sudah bisa membunyikan bunyi sesuai nama huruf.

Harapan kami, kedepan, program ini ditingkatkan dan kami minta peran serta dan dukungan orang tua dan semua komponen,” katanya

Rumparpam, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, sehingga program tersebut bisa berjalan baik.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Biak Numfor, Simon Rumpaisum mengatakan ada 20 sekolah yang diintervensi dalam program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Unicef menempatkan satu pendamping di setiap sekolah, diharapkan dalam jangka waktu beberapa bulan ini, pendamping dapat ditarik jika sudah ada perkembangan.

Hasil monitoring kami ke lapangan ( Ke SD Mnuwar, Sauri, Wouna, Warawaf dan Wodu ) selaku pengarah, ternyata dengan adanya pendamping perkembangannya luar biasa,” kata Simon Rumpaisum.

Rumpaisum mengakui, program tersebut belum bisa diukur pencapaiannya,karena baru berjalan. Tetapi dalam monitoring ke lapangan diakuinya ada perkembangan. “Kita berharap kedepan di Biak sudah tidak ada lagi persoalan calistung, kalaupun ada harus diminimalisir,” ujaruya. (Marten Boseren)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Meskipun Tak ada Donor, Program Penguatan Calis Minta Diteruskan