MRP PB Gelar Dialog Budaya di Kampung Man Maybrat

share on:

Sorong, Jubi/Cahayapapua.com – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat, melaksanakan Dialog Budaya, serta Do’a Rekonsiliasi Budaya, yang digelar sejak hari Minggu sampai dengan Rabu (28/10) hari ini, yang dipusatkan di Kampung Man, Distrik Aifat Utara, Kabupaten Maybrat.

Ketua MRP Provinsi Papua Barat, Vitalis Yumte mengatakan, pada jumat kemarin seluruh peserta rekonsiliasi budaya melakukan arak-arakan patung bunda maria perempuan papua.

“Dia (patung maria) merupakan sentral, yang mempersatukan tujuh wilayah adat dari Mepago, Lapago, Tabi, Haanim, Hairiri, Domberay dan Doberay,” tutur Vitalis kepada sejumlah wartan, Senin (26/10).

Tak hanya untuk umat Kristen Katolik. Rekonsiliasi Budaya ini juga melibatkan umat kristen protestan, baik seluruh Kabupaten di Provinsi Papua Barat maupun Provinsi Papua. Menurut pemahaman orang Papua, lanjut Vitalis, Bunda Maria merupakan sosok seorang ibu yang memberi berkat serta leluhur bagi Maybrat.

“Nanti yang datang pada kegiatan ini Wakil Gubernur Papua Barat, Bupati Maybrat serta perwakilan dari warga masyarakat Provinsi Papua maupun Papua Barat, intinya tujuh wilayah adat akan hadir,” ujarnya.

Oleh karena itu dengan adanya Dialog Budaya, serta Do’a Rekonsiliasi Budaya ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat menjadikan model iman, umat kristiani maupun muslim dalam konteks budaya. Sebab ketika berbicara konteks agama secara murni, maka akan timbul radikalisme dalam komunitas basis.

“Mari kita pandang agama dalam konteks budaya, karena itu jauh lebih kuat dan lebih penting, menciptakan keutuhan dan harmonisasi antara umat beragama,” terangnya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber : Cahaya Papua
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MRP PB Gelar Dialog Budaya di Kampung Man Maybrat