Perjuangkan Nasib Guru Perbatasan, Pemkot Jayapura Ajukan Surat ke Mendikbud

share on:
Guru dari Perbatasan RI - PNG yang mengadu ke Walikota Jayapura (Jubi/Sindung)
Guru dari Perbatasan RI – PNG yang mengadu ke Walikota Jayapura (Jubi/Sindung)

Jayapura, Jubi – Tidak adanya kejelasan dan mandegnya tunjangan khusus bagi guru perbatasan terutama guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama di Kota Jayapura, membuat Wali Kota Jayapura bersurat meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat perencanaan dan Direktorat Dikdas dan Direktorat SMP untuk diajukan dalam APBN.

“Ada klasifikasi yang dibuat dalam SK Wali Kota Jayapura yang menentukan sekolah-sekolah perbatasan di Kota Jayapura yang dibagi menjadi lokasi prioritas pertama dimana sekolah-sekolah yang di Distrik Muaratami dan lokasi prioritas kedua adalah sekolah yang masuk di daerah Abepura,” ujar Kabid Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan (Dikmenum) Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Nurhadi kepada Jubi, Selasa (27/10/2015).

“Kita harap ini bisa dapat terwujud dan kebijakannya akan dapat diterima oleh para guru sekolah yang diajukan penerima tunjangan khusus perbatasan, sebab tinggal guru sekolah dasar dan SMP yang belum terima tunjangannya, kini kita tunggu kebijakan dari pemerintah pusat apakah disetujui semua atau bagaimana,” lanjutnya.

Nurhadi meminta para guru untuk tetap bekerja dan bersungguh-sungguh serta bekerja sebaik-baiknya dan tidak berkecil hati.

Sebelumnya, Nurhadi mengakui adanya rapat pembentukan forum komunikasi guru perbatasan se-distrik Muara Tami pada Agustus 2013 yang lalu sehingga mereka mendesak adanya pemberian tunjangan khusus perbatasan.

Dan merasa tidak mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Jayapura, puluhan guru yang tergabung dalam Aliansi Guru dan Simpatisan Peduli Pendidikan mengadu ke Wali Kota Jayapura.

“Kami minta proses penerimaan tunjangan perbatasan tidak berbelit dan proses pemberian uang tunjangan perbatasan tidak menjadi terkatung-katung seperti sekarang,” ujar Koordinator Aliansi Guru dan Simpatisan Peduli Pendidikan, Thomas Mansawan, saat bertemu Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano, Selasa (2/12/2015) lalu.

Lebih jauh Thomas Mansawan menyatakan, “Waktu ditangani provinsi semua berjalan baik. Setelah ditangani Dinas Pendidikan Kota Jayapura malah gak jelas,” katanya. (Sindung Sukoco)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perjuangkan Nasib Guru Perbatasan, Pemkot Jayapura Ajukan Surat ke Mendikbud