Referendum Bendera Kanak Tertunda

share on:
Bendera Kanak bersanding dengan Bendera Perancis - Suplied
Bendera Kanak bersanding dengan Bendera Perancis – Suplied

Jayapura, Jubi – Komisaris Tinggi Perancis di Noumea telah mengecualikan rencana referendum di sebuah kota Kaledonia Baru untuk memutuskan apakah kota tersebut akan mengibarkan bendera Kanak bersebelahan dengan bendera Prancis atau tidak.

Sepanjang tahun ini, pemimpin tradisional Kanak telah mengibarkan bendera Kanak di luar balai kota Bourail. Namun walikota Bourail menginginkan masyarakat lokal melakukan referendum pada bulan Desember nanti, apakah bendera Kanak tetap dikibarkan di balai kota tersebut atau tidak.
Komisaris Tinggi Peranci, Vincent Bouvier, meminta dewan pemilihan Bourail untuk menahan plebisit itu.
“Plebisit oti dianggap cacat karena kurangnya kerahasiaan dan lebih lanjut, referendum tentang bendera tersebut berada di luar kompetensi Dewan Pemilihan lokal,” kata Vincent Bouvier, dikutip Radio New Zealand International, Selasa (27/10/2015).

Pada umumnya, di Kaledonia Baru, di luar bangunan publik, selalu dikibarkan bendera kelompok pro kemerdekaan Kanak bersebelahan dengan bendera Perancis yang Bangunan luar yang paling umum, yang pro-kemerdekaan Kanak bendera ditambahkan ke tricolore Prancis lima tahun yang lalu di disetujui oleh Paris setelah melalui kompromi politik.

Namun, tahun 1998 Noumea Accord menekankan adanya bendera baru yang akan dipilih untuk mengungkapkan identitas Kaledonia Baru dan tidak mengakui bendera Kanak.

Perselisihan tentang bendera ini harus menyebabkan pemerintahan di Kaledonia Baru kolaps empat tahun lalu, sehingga mendorong Perancis untuk mengubah undang-undang pemilihan di Kaledonia Baru. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Referendum Bendera Kanak Tertunda