Sagu Potensi Sumber Pangan Lokal Papua Barat

share on:

Manokwari, Jubi/Antara – Perkebunan sagu alam di wilayah Provinsi Papua Barat, memiliki potensi strategis untuk pengembangan sumber pangan lokal masyarakat di daerah tersebut.

Policy Coordinator Conservation International, Mujiyanto, di Manokwari, Senin (26/10/2015), mengataka, areal perkebunan sagu di wilayah ini mencapai 601. 471 hektare.

Kebun sagu itu tersebar di sejumlah kabupaten di provinsi tersebut.

“Lahan sagu terluas di Kabupaten Sorong Selatan, mencapai, 249 628 hektare, terbesar kedua di Teluk Bintuni, mencapai 149 843 hektare,” kata Mujiyanto.

Menurutnya, lahan sagu di wilayah ini, jauh lebih luas dibanding lahan padi. Data tahun 2013 area panen padi di wilayah ini hanya 7.523 hektare.

“Lahan sagu di Papua Barat, 601 471 hektare, Padi 7.523 hektare, Jagung 1.250 hektare, ubi jalar 1.082 hektare, ubi kayu 1.343 hektare, dan kedelai 617 hektare,” katanya.

Pemerintah daerah harus memiliki etika untuk menempatkan tanaman sagu sebagai potensi strategis sumber pangan.

Mujiyanto mengatakan pemerintah dapat melakukan pengaturan secara baik untuk pengembangan serta melestarikan tanaman sagu alam ini.

“Investor boleh diberikan hak konsesi, asal tidak mengabaikan tanaman sosial dan lingkungan masyarakat lokal, yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor ini,” katanya.

Selain memiliki potensi sumber pangan lokal, sagu di wilayah tersebut dapat dikembangkan sebagai komoditas ekspor untuk meningkatkan ekonomi.

Poin penting yang harus diperhatikan pemerintah, sagu merupakan identitas Papua Barat, sehingga pengelolaannya tidak boleh serampangan.

“Perlu diatur secara khusus, melalui peraturan daerah. Regulasi ini sekaligus untuk melestarikan serta melindungi hak masyarakat lokal,” katanya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sagu Potensi Sumber Pangan Lokal Papua Barat