Generasi Muda Papua Diajak Terus Menulis

share on:

Jayapura, Jubi – Penulis buku Dari Timur ke Timur, asal suku Yali-Huwula, Nico R. Lokobal mengajak generasi muda Papua untuk terus menulis tentang sesuatu yang bermanfaat dan membangun karakter bangsa sesuai nilai-nilai adat yang dianutnya.

“Kemana-mana bawa sepenggal kertas. Gunakan satu menit untuk menulis sesuatu yang bermanfaat. Adik-adik ini menulis, menulis dan menulis karena tulisan itu tidak akan pernah hilang,” katanya ketika ditemui saat peluncuran buku Papua Nyawene di aula Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur (STFT), Abepura, Kota Jayapura, Rabu (28/10/2015).

Alumnus STFT Fajar Timur 1983 itu menulis sejak menjadi mahasiswa, dengan konsentrasi pada antropologi, terutama nilai-nilai yang dianut suku Yali-Huwula di daerah pegunungan tengah Papua.

Maka tak heran, banyak buah tuturnya ditulis dalam cerita dongeng, catatan lepas dan buku Kebudayaan Jayawijaya, Nilai-Nilai Hidup Baik Suku Huwula dan cerita dogeng berseri dengan judul Dari Timur Ke Timur.

Dalam waktu dekat, Nico menulis ‘pedoman moral orang Huwula’.

“Saya merasa mau mati kalau tidak menulis dalam sehari. Saya harus menulis satu atau dua kalimat atau lebih supaya saya hidup,” katanya filosofis.

Ia mengatakan, soal Papua, sebenarnya banyak hal yang mau digali, tinggal bagaimana mengasah potensi yang dimiliki.

Aktivis Perempuan Papua, Asrida Elisabeth mengapresiasi buah pikir Nico Lokobal, yang dengan keterbatasan tinggal di kampung, selalu membawa laptop untuk menulis.

“Mereka selalu mengajak anak muda menulis,” kata Elisabeth. (Mawel Benny)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Generasi Muda Papua Diajak Terus Menulis