Pengembangan Bandara Biak Tergantung Angkasa Pura

share on:
Kepala Dinas Perhubungan Papua, Yusuf Yambe Yabdi - Jubi/Alex  
Kepala Dinas Perhubungan Papua, Yusuf Yambe Yabdi – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pengembangan Bandar Udara (Bandara) Frans Kaisepo, Biak Numfor tergantung pihak Angkasa Pura, pasalnya bandara tersebut dibawah kementerian BUMN.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Yusuf Yambe Yabdi, di Jayapura, Kamis (29/10/2015) mengatakan untuk pengembangan Bandara Biak menjadi internasional, pemerintah provinsi sudah berupaya membantu dengan memberikan penguatan kapasitas, yakni soal pembebasan tanah, namun semua tergantung pemerintah setempat.

“Secara fisik memang standar internasional, namun kalau dilihat dari kelembagaan Bandara Biak dibawah Angkasa Pura, sehingga kalau nanti ada rencana pengembangan sebaiknya mereka yang membuat rencana pengembangan dengan bisnisplannya sendiri,” kata Yusuf Yambe.

Namun dari sisi kementerian, ujar Yusuf, pihaknya sudah ada kerjasama untuk Bandara Wanggar, Nabire. Pada 2016 praktis landasan pacu (runway) akan diselesaikan oleh kementerian perhubungan dengan potensi sekitar 2500.

“Kalau ini bisa jalan,kami kelola secara intansional adalah Nabire. Kami harap Angkasa Pura Biak bisa menyampaikan kepada kementerian atau melalui induk organisasi Angkasa Pura di Jakarta, kemudian kementerian menindaklanjuti,” ucapnya.

Dia menambahkan pihaknya pernah melakukan rapat kerja dengan Menteri Perhubungan terkait Bandara Biak, dan menawarkan untuk buka kembali jalur internasional dengan catatan semua penerbangan domestik harus dimasukan ke Biak. Jadi dari Wamena dan Jayapura harus masuk Biak, guna menemukan pasar ke luar negeri.

“Namun menteri menyarankan untuk tidak mengubah itu, karena mau masuk ke Biak tergantung operator. Tapi yang bisa dilakukan adalah kargo luar negeri melalui Biak. Dari pesan ini pihak Angkasa Pura harus terjemahkan, semua kembali ke mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua, David Pagawak mengaku pihaknya sangat mendukung rencana pemerintah provinsi Papua untuk mengaktifkan kembali penerbangan internasional melalui Bandara Frans Kaisepo, Kabupaten Biak.

“Pada dasaranya kami sangat mendukung. Mengingat Biak banyak terdapat potensi wisata yang sangat banyak, seperti Pulau Padaido, Goa Jepang, bangkai pesawat bekas perang dunia ke II dan lainnya,” kata David. (Alexander Loen)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengembangan Bandara Biak Tergantung Angkasa Pura