Ajarilah Anak-anak Cinta Lingkungan dan Kebersihan Sejak Usia Dini

share on:
Anak-anak mengumpulkan samoah -Jubi-dam
Anak-anak mengumpulkan sampah -Jubi-dampapua

Jayapura, Jubi- Anak-anak SD Inpres Perumnas II Waena, Kota Jayapura begitu bersemangat sejak Sabtu (17/10/2015) membersihkan dan memungut sampah yang bertebaran di Pantai Hamadi lokasi wisata Kota Jayapura. Seminggu kemudian pada Sabtu (24/10/2015) kembali membersihkan wilayah pantai Base G.

 

“Kebersihan di pantai sangat penting untuk menyelamatkan biota laut di seputar lokasi wisata Hamadi dan Pantai Base G,”kata koordinator lingkungan biota laut Yayasan Sagu Papua, Lucia S Runggeari kepada jubi pekan lalu di Pantai Base G.

 

Lebih lanjut kata Lucia, master biologi laut dari salah satu Universitas di Australia menjelaskan kalau biota laut sangat rentan dengan adanya sampah kota kalau langsung dibuang ke laut. Anak-anak pasti sudah pernah menonton film di sponbop di mana biota laut terganggu sehingga spombob harus tinggal di dalam rumah sampah buah nanas. “Rusaknya biota laut akan menggangu keseimbangan alam dan llingkungan,”katanya.

Karena itu kata dia dengan mengajak anak-anak untuk membersihkan pantai sekaligus mengajari mereka untuk mencintai dan mengenal biota laut.

Anak-anak pertama kali diajak ke Pantai Hamadi, bukan untuk berpiknik tetapi memungut dan memilah-milah sampah. Ternyata sampah di Pantai Hamadi sangat beragam mulai dari pecahan beling, kantong dan botol-botol plastic serta sampah non organic lainnya. “Air laut di Pantai Hamadi sangat keruh dan kalau habis mandi pasti badan gatal-gatal,”katanya seraya menambahkan laut itu mungkin tercemar akibat sampah pasar dan buangan sampah dari warga di Kota Jayapura.

Selanjutnya pada Sabtu (24/10/2015) anak-anak diajak ke Pantai Base G untuk membersihkan pantai, masing masing anak memungut sampah sesuai kelompoknya. Emma Rounsumbre mahasiswi bahasa Inggris Universitas Cenderawasih (Uncen) mengatakan anak-anak dibagi menjadi empat group starfish, clownfish, whale shark, turtle. “Setiap kelompok terdiri dari enam orang usia 9 sampai dengan 12 tahun,”katanya seraya menambahkan mereka membagi jenis sampah dan jumlah.

Usai memungut sampah setiap kelompok mulai melaporkan jenis sampah dan jumlah sampah. Pantauan Jubi di Lapangan pada Sabtu(24/10/2015) lalu ternyata dari hasil laporan anak-anak sampah botol, pecahan beling dan botol plastic banyak dibuang para pengunjung di pantai Base G.

Sowi dari kelompok starfish kepada Jubi mengatakan mengumpulkan sampah terbanyak sampah plastic sejumlah 75 botol plastic. Sedangkan kelompok whale shark terbanyak pecahan botol dan botol. Usai berkunjung ke pantai Base G dan Pantai Hamadi, anak-anak akan mempresentasekan hasil turun lapangan di SD Inpres Perumnas II Waena, Sabtu(31/10/2015).

Kata Lucia anak-anak ini diharapkan menjadi duta-duta lingkungan yang memberikan pesan kepada warga agar jangan membuang sampah sembarangan. “Saya berharap anak-anak akan memberikan pesan kepada orang tua dan teman-teman mereka membuang sampah pada tempatnya,”katanya.

Melawan sampah di Kota Jayapura sudah bukan tugas petugas Sampah di Kota Jayapura saja melainkan semua warga di Kota Jayapura. Bayangkan kalau tidak ada petugas sampah dan masyarakat tidak membantu dan hanya membuang sembarang. Laporan wartawan Jubi pada 2008 ternyata warga Kota Jayapura memproduksi sebanyak 1200 meter kubik per hari.

Sedangkan pada Februari 2014 disebutkan jumlah per hari sampah yang ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nafri di Kota Jayapura mencapai 700 ton per hari. Berdasarkan perhitungan ahli sampah secara internasional, manusia menghasilkan sampah sebanyak dua setengah kilogram setiap hari mulai pagi hingga malam.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ajarilah Anak-anak Cinta Lingkungan dan Kebersihan Sejak Usia Dini