Sistem CAT Sebabkan Banyak Anak Papua Tak Diakomodir

share on:

Jayapura, Jubi – Dengan adanya sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) membuat banyak anak-anak Papua tidak bisa diakomodir dengan baik.

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, di Jayapura, Jumat (30/10/2015) mengatakan penerimaan calon praja IPDN cukup memberatkan, dimana sampai saat ini masih ada tujuh kabupaten yang belum bisa melakukan tes dengan sistem CAT.

“Dari 300 yang sudah terdaftar, hanya sekitar puluhan orang anak-anak Papua yang sementara mengikuti pemberkasan seperti ijasah dan nilai,” ucapnya.

Mengenai persoalan ini, ujar Hery, pemerintah provinsi melalui instansi terkait telah meyampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kemenpan-RB, mengingat belum semua daerah di Papua bisa menerapkan sistem CAT lantaran ketersediaan internet di beberapa daerah Papua masih belum bagus.

“Kami sudah sampaikan hal ini ke kementerian agar penerimaan dilakukan secara manual, tetapi itulah kebijakan nasional yang diseragamkan untuk seluruh daerah,” kata Hery.

Akibatya, banyak anak-anak Papua yang tidak bisa diakomodir dengan baik, sehingga ini menjadi tugas pemerintah daerah untuk memperjuangkan anak-anak Papua yang ingin menjadi calon Praja IPDN tahun ini.

“Saya sudah perintahkan kepala kepegawaian ke Jakarta untuk bertemu dengan pihak Kementerian Dalam Negeri dan Kemenpan-RB untuk bagaimana Papua mendapat kekhususan dalam penerimaan calon Praja IPDN,” katanya lagi.

Secara terpisah, Bella Tomkey, warga Kota Jayapura mengaku pendaftaran IPDN secara online sedikit menyulitkan dirinya lantaran jaringan internet sangat sulit diakses.

“Untuk mendaftar saja sudah susah, apalagi nanti ujian secara online. Mungkin ada baiknya pemerintah menyiapkan tempat khusus untuk ujian dengan fasilitas internet bagus, biar pelaksanaan ujian bisa berjalan dengan baik,” kata Bella. (Alexander Loen)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sistem CAT Sebabkan Banyak Anak Papua Tak Diakomodir