Suku Yerisiam Gua Dukung DPRP Minta Gubernur Cabut Izin Perusahaan Kelapa Sawit

share on:
Beberapa masyarakat Yerisiam saat pasang pemberitahuan larangan buka lahan baru untuk kelapa sawit. Jubi/Arnold Belau
Beberapa masyarakat Yerisiam saat pasang pemberitahuan larangan buka lahan baru untuk kelapa sawit. Jubi/Arnold Belau

Semarang, Jubi – Juru bicara suku Yerisiam Gua, Gunawan Inggeruhi meminta semua pihak lebih khusus Gubernur Papua untuk segera mencabut izin perkebunan sawit di seluruh provinsi Papua dan mencari investasi lain yang ramah lingkungan.

“Kami pun mendukung pernyataan ketua DPRP di salah satu media lokal di Jayapura yang meminta gubernur untuk mencabut izin kelapa sawit yang bermasalah. Karena perusahaan kelapa sawit yang ada di tanah Papua tidak memberikan keuntungan bagi orang Papua sebagai pemilik hak ulayat,” kata Gunawan kepada Jubi melalui surat elektronik yang diterima Jubi, Jumat (30/10/2015) dari Jayapura, Papua.

Sementara itu, Imanuel Money, kepala sub suku Waoha mengatakan, hutan dan tanah kami telah habis sehingga orang Yerisiam tidak mengizinkan penambahan areal bagi kelapa sawit.

“Kami berharap pemerintah dapat melihat hal ini. Jangan setelah terjadi kebakaran barulah pemerintah bersuara. Perusahan sejak masuk hingga kini belum ada sebuah MoU dan ketika kami bersuara memperjuangkan hak kami kami diberi stigma OPM, GPK dan lain-lain. Bahkan kerap terjadi, oknum PAM Brimob melakukan kekerasan terhadap kami,” ungkap Money.

Lanjut dia “Kami takut keadaan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera terjadi di atas tanah kami, sehingga saya sebagai kepala suku besar Yerisiam Gua atas nama Tuhan dan tulang belulang leluhur kami dapat mendengar kami dan berikan teguran kepada para perusak hutan dan alam kami,” katanya.

Untuk diketahui, Pemberian izin Usaha Perkebunan oleh mantan gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu NO. 142 tertanggal 30 september 2008 kepada perkebunan sawit PT. Nabire Baru di atas tanah ulayat adat 17.000 Ha Suku Yerisiam Gua Kampung Sima Distrik Yaur Kabupaten Nabire, maka suku Yerisiam Gua telah mendaftarkan Gugatan di PTUN Jayapura dengan nomor 22/G/2015/PTUN Jayapura tertanggal 23 September 2015, guna pencabutan izin tersebut.

Pada Kamis 29 Oktober 2015 telah digelar sidang pemeriksan berkas penggugat dan tergugat di PTUN Jayapura. Dari pihak penggugat; Daniel Yarawobi, Imanuel Money, Roberthino Hanebora, Sambena Inggeruhi. Dari pihak tergugat hadir dua orang dari biro hukum provinsi Papua. Pihak PT. Nabire Baru juga dipanggil dalam sidang namun hingga sidang selesai Pihak perusahan tidak hadir. Sidang akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan. (Arnold Belau)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Suku Yerisiam Gua Dukung DPRP Minta Gubernur Cabut Izin Perusahaan Kelapa Sawit