LSM Anak “Save The Children” Tinggalkan Nauru

share on:
Republik Nauru -  AFP
Republik Nauru – AFPtralia

Jayapura, Jubi – Berakhirnya masa jabatan pimpinan organisasi masyarakat yang fokus pada anak di Nauru “Save the Children” dikuatirkan anak-anak tidak lagi mendapat perhatian dan perlindungan, terutama untuk anak-anak di pusat penahanan pencari suaka.

 

Kepala Save the Children Australia, Paul Ronalds, mengatakan akhir masa jabatannya di Nauru berarti tidak ada lagi agen yang berbicara untuk hak-hak anak dalam tahanan di sana.

Amal operasi Save the Children di pusat penahanan pencari suaka Australia berakhir pada hari Sabtu, setelah pemerintah Australia memberikan kontrak pengelolaan kesejahteraan kepada perusahaan multinasional, Transfield Services.

 

Sebelumnya, sebuah laporan Senat Australia baru-baru ini menguraikan adanya tuduhan pelecehan anak dan kekerasan seksual terhadap staf Transfield di Nauru dan menemukan kontraktor belum memenuhui pertanggungjawaban kepada otoritas perbatasan.

Namun, Save the Children juga pernah dilaporkan bertindak kontroversi dengan Canberra (pemerintah Australia) pada tahun lalu dengan mendeportasi sembilan pekerja setelah mereka (organisasi) dituduh mempengaruhi tahanan untuk merugikan diri dan mengarang cerita tentang pelecehan.

Penyelidikan independen kemudian menemukan bukti tersebut, sebagaimana dilaporan Radio New Zealand, Sabtu (31/10/2015).

Chief executive Save the Children, Paul Ronalds, mengatakan mereka meninggalkan pulau Nauru dengan perasaan campur aduk. “Kami sangat bangga dengan apa yang kami raih, pendidikan kita sudah bisa sampaikan kepada pencari suaka dan pengungsi, kita sudah menyediakan dukungan,” katanya.

“Di sisi lain, kami sangat khawatir bahwa dengan ditinggalkannya Save the Children, itu bahkan berarti ada pengurangan satu suara di Nauru yang berbicara bagi anak-anak dan keluarga mereka.”

Ronald mengatakan jabatan publik Save The Children yang menentang penahanan wajib anak-anak juga menyebabkan ketegangan yang sedang berlangsung dengan Pemerintah Federal. “Pemerintah pasti tidak suka kita memberikan bukti untuk penyelidikan hak asasi manusia, tapi sesuatu yang kita rasakan adalah kesempatan yang sangat penting bagi masyarakat Australia untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dengan fasilitas yang didanai pembayar pajak itu di Nauru,” katanya.

Ronald mengatakan dia bangga dengan perubahan yang telah dilakukan Save the Children di Nauru, terutama tentang layanan pendidikan dan dukungan bagi orang-orang di pusat penahanan. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LSM Anak “Save The Children” Tinggalkan Nauru