Warga Tolak Perusahaan Mineral, PM Fiji Desak Pertemuan Darurat Namosi Joint Venture

share on:
Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama di Suva. Foto: RNZ/Philippa Tolley.
Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama di Suva. Foto: RNZ/Philippa Tolley.

Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, pada akhir pekan lalu menyerukan pertemuan mendesak untuk menyelesaikan sengketa pemberian lisensi prospeksi mineral.

 

Namosi Joint Venture memiliki lisensi untuk mencari mineral di dataran tinggi Namosi, wilayah bagian barat dari Suva—ibukota Republik Fiji.
Laporan FBC News mengatakan mayoritas pemilik tanah di Desa Waivaka mengatakan mereka tidak memberikan persetujuan untuk operasi perusahaan Namosi Joint Venture. Sementara itu, Perdana Menteri Bainimarama mengatakan dirinya telah diberitahu oleh Departemen Sumber Daya Mineral Fiji bahwa setiap orang yang memiliki hak atas tanah didesa tersebut telah dikonsultasikan.

 

Kendati demikian, laporan Radio New Zealand, pada Sabtu pekan lalu mengatakan, pemilik tanah mengklaim bahwa mereka yang dikonsultasikan tidak terdaftar di desa.

 

Hal lain yang menjadi kekhawatiran penduduk desa itu adalah berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Warga menyatakan, dampak kerusakan lingkungan dapat terjadi dari kegiatan eksplorasi mineral oleh perusahaan tersebut. Namun, Perdana Menteri Bainimarama meyakinkan masyarakat di Kampung Namosi, bahwa pemerintahannya tidak akan mengizinkan kerusakan lingkungan.

 

Perusahaan Namosi Joint Venture adalah perusahaan kemitraan antara perusahaan Australia Newcrest dan kepentingan Jepang.

 

Tidak diketahui kapan waktunya pertemuan mendesak itu akan dilaksanakan. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Tolak Perusahaan Mineral, PM Fiji Desak Pertemuan Darurat Namosi Joint Venture