“Lawan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Sekolah!”

share on:

Jayapura, Jubi – “Pelecehan seksual terhadap anak – anak sekolah di Kota Jayapura, kami nyatakan perang dengan orang itu,” hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa di Kota Jayapura, Senin (2/11/2015).

Menurut dia, anak-anak merupakan aset bangsa yang kelak akan menjadi generasi calon pemimpin bangsa. Karena itu, kalau terjadi pelecehan seksual hukumnya berat sekali, pelakunya akan dikebiri, itu adalah hukum yang normatif. Masyarakat juga dimintanya untuk menyatakan ‘perang’ terhadap pelecehan seksual.

“Kami juga selalu menghimbau kepada sekolah-sekolah dan pengawas bahwa sampaikan pada saat rapat, kepada guru agar hal ini tidak terjadi lagi, apalagi jika dilakukan oleh guru itu sendiri, itu membuat malu dan mencoreng nama baik dunia pendidikan,” katanya.

Dengan berlakunya kurikulum 2013 dan Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) pihaknya bahkan akan mendorong guru-guru agar memberikan pembiasaan yang baik dan arahan terbaik kepada anak-anak.

“Jangan sampai guru berbahasa kotor kepada anak-anak di lingkungan sekolah,” katanya.

Pihaknya juga berharap kepada semua guru agar berbicara yang santun, elok, baik kepada anak karena anak-anak akan meniru apa yang kita ucapkan.

“Apa yang guru ucapkan kepada anak-anak itulah yang akan ditiru,” katanya lagi.

Seperti diberitakan Jubi sebelumnya, dari laporan yang diterima Yayasan Humi Inane di tahun 2015 ini, ada 10 kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, penelantaran dalam rumah tangga 23 kasus, kekerasan fisik dalam rumah tangga 30 kasus, kekerasan yang terjadi di sekolah sebanyak 11 kasus.

Meski begitu, menurut Direktur Yayasan Humi Inane, Margaretha Wetipo, selama tahun 2015 berjalan ini banyak ditemukan kasus-kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik dan seksual yang tidak tuntas persoalan hukumnya. (Munir)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  “Lawan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Sekolah!”