Partai Yang Memerintah Di Azerbaijan Mengaku Menang Dalam Pemilihan Parlemen

share on:

Baku, Jubi/Antara/Xinhua – Partai yang memerintah di Azerbaijan, Yeni Azerbaijan (Partai Azerbaijan Baru), mengaku partai itu meraih kemenangan besar dalam pemilihan anggota parlemen pada Minggu (1/11/2015), setelah hasil proses tersebut disiarkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat Azerbaijan (CEC).

 

Sebanyak 5.415 tempat pemungutan suara (TPS) permanen dan 132 TPS sementara di republik bekas Uni Sovyet tersebut ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Sebanyak 55,7 persen orang yang memenuhi syarat sebagai pemilih memberi suara mereka buat parlemen baru negeri itu.

 

Setelah sebagian besar suara dihitung sampai Minggu malam, Partai Yeni Azerbaijan, yang berkuasa, diperkirakan memperoleh mayoritas kursi di Parlemen, dengan 125 kursi.

 

Jumlah pemilihan terbanyak dicatat di Kabupaten Khazar, Baku, dengan sebanyak 81,2 persen, sedangkan pemilihan paling sedikit ditemukan di Kabupaten Surakhani di Ibu Kota negeri tersebut. “Kami puas dengan proses pemungutan suara, walaupun terlalu dini untuk mengatakan sesuatu,” kata Sekretaris Pelaksana Partai Yeni Azerbaijan Ali Ahmadov. Ia menambahkan partainya kelihatannya akan memperoleh 70 kursi di parlemen baru. “Ini juga dikonfirmasi oleh jajak pendapat di luar pemungutan suara resmi,” katanya.

 

Sebagian kelompok oposisi utama memboikot pemungutan suara itu.

 

Persaingan untuk masuk parlemen tersebut menampilkan 767 calon yang bersaing memperebutkan kursi di Parlemen dengan 125 anggota (Majelis Milli) untuk masa jabatan lima tahun.

 

Kantor Lembaga Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (ODIHR) dari Organisasi bagi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) menolak untuk mengirim pemantau bagi pemungutan suara itu setelah Baku berusaha membatasi jumlah pemantau menjadi tim inti yang terdiri atas 131 pengamat jangka pendek dan jangka panjang.

 

OSCE, yang mengatakan pembatasan tersebut akan membuat pemantauan pemungutan suara yang dapat dipercaya tak mungkin dilakukan, pada September menyatakan OSCE takkan memantau pemilihan itu—yang pertama sejak Azerbaijan meraih kemerdekaan setelah bubarnya Uni Sovyet pada 1991.

 

Pemerintah Azerbaijan telah membantah kecaman semacam itu sebagai tidak berdasar.

 

Pemilihan anggota parlemen 2015 di Azerbaijan telah diawasi oleh sebanyak 503 pengamat internasional yang mewakiliki hampir 40 organisasi internasional termasuk Majelis Parlemen Negara yang Berbahasa Turki (TURKPA), dan Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE).

 

Sebagian besar pengamat internasional telah menggambarkan pemilihan anggota parlemen di Azerbaijan tersebut sebagai “sangat teratur, demokratis dan transparan”.

 

Azerbaijan, yang kebanyakan dari sembilan juta warganya adalah orang Muslim, melaksanakan pemilihan anggota parlemen pada Minggu pagi untuk memilih 125 wakil rakyat buat Majelis Nasional Azerbaijan, atau Parlemen. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Partai Yang Memerintah Di Azerbaijan Mengaku Menang Dalam Pemilihan Parlemen