Rupiah Menguat, Pengusaha Tahu Tersenyum

share on:
Salah seorang karyawan Pabrik Tahu Ilham saat mengerjakan Tahu yang sudah siap untuk dipasarkan - Jubi/Roy Ratumakin.
Salah seorang karyawan Pabrik Tahu Ilham saat mengerjakan Tahu yang sudah siap untuk dipasarkan – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Tahu, salah satu makanan asli Indonesia yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia, termasuk Papua. Tahu juga merupakan salah satu jenis sumber protein dengan bahan dasar kacang kedelai.

Sebagian besar produk tahu di Indonesia dihasilkan industri skala kecil. Industri tersebut berkembang pesat seiring peningkatan jumlah penduduk. Melihat peluang tersebut, Bambang, merintis usaha pabrik tahu miliknya yang terletak di Jalan Kali Acai, Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura.

“Bahan utamanya kedelai. Industri tahu membutuhkan air untuk melakukan proses sortasi, perendaman, pengupasan kulit, pencucian, penggilingan, perebusan, dan penyaringan,” kata Bambang, kepada Jubi, Senin (2/11/2015), di tempat usahanya.

Dikatakan Bambang, home industri miliknya bisa menghasilkan 2.400 buah tahu siap jual yang dihasilkan oleh dua pabrik miliknya.

“Masing-masing pabrik menghasilkan 1.200 atau 10 ember besar. Setiap hari pasti habis terjual,” katanya.

Bambang pemilik pabrik Tahu Ilham tersebut menambahkan usaha ini dirintis orang tuanya. Kini, dibantu 12 karyawan, dirinyalah yang melanjutkan usaha tersebut.

“Kami produksi sesuai kebutuhan pasar. Ada sebagian pedagang eceran yang mengambil di sini, ada juga yang kami bawa ke beberapa pasar di Jayapura,” katanya.

Bambang mengatakan dirinya melepas satu buah tahu dengan harga Rp 2.500.

“Harga segitu kami lepas ke pasar. Saya kurang tahu kalau di pedagang eceran dilepas berapa. Kami sedikit lega karena harga bahan baku sudah turun, imbas menguatnya rupiah,” katanya.

Mama Andrea, ibu rumah tangga, mengaku membeli tahu di pedagang eceran seharga Rp 4 ribu.

“Saya rasa harga segitu normal. Kalau belanja di pasar juga sama ditambah ongkos transportasi, jatuh-jatuhnya sekitar Rp 5 ribu,” katanya. (Roy Ratumakin)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Rupiah Menguat, Pengusaha Tahu Tersenyum