Pemerintah Didesak Transparan Tangani Pengunsi Di Nauru dan Manus

share on:
Anak-anak pengungsi saat melakukan protes di Nauru – disediakan
Anak-anak pengungsi saat melakukan protes di Nauru – disediakan

Jayapura, Jubi – Kepala Save the Children Australia mengatakan perlu ada transparansi dan pengawasan yang lebih besar dari pusat penahanan pencari suaka Australia di Pulau Manus (Papua Nugini) dan Nauru.

 

Organisasi masyarakat yang konsen pada Anak itu telah mengakhiri operasinya di Nauru, pada Sabtu lalu, setelah pemerintah Australia memberikan kontrak kesejahteraan kepada perusahaan multinasional, Transfield Services.

 

Sebuah laporan dari Senat baru-baru ini menguraikan tuduhan pelecehan terhadap anak dan kekerasan seksual melawan staf Transfield di Nauru dan ditemukan bahwa kontraktor belum memberikan pertanggungjawaban yang memadai kepada otoritas di perbatasan.

 

Chief Executive Save the Children, Paul Ronalds, mengatakan akhir masa jabatannya berarti tidak ada lagi agen atau organisasi yang berbicara untuk membela hak-hak anak dalam tahanan pencari suaka di Nauru.

 

Kendati sudah tidak beroperasi di Nauru, ia mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk sebuah transparansi yang lebih besar dalam program perlindungan di perbatasan Australia yang kontroversial itu.

 

“Masyarakat Australia harus tahu apa yang sedang dilakukan atas nama mereka dengan dana yang diambil dari pembayar pajak. Kita perlu meningkatkan pelaporan tindakan melawan anak-anak. Kita perlu memiliki ombudsman dengan pendanaan yang tepat dimana orang dapat mengambil dugaan pelecehan ke dalam dan yakin bahwa mereka akan diselidiki dengan benar,” kata Paul Ronalds, mengutip Radio New Zealand, Selasa (3/11/2015). (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah Didesak Transparan Tangani Pengunsi Di Nauru dan Manus