Dua Pintu Air Utama di Semangga-Merauke Kering

share on:
pintu air
Ketua P3A Kampung Marga Mulya, Ehut Asabo. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir, mengakibatkan dua pintu air yang berada di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke kering.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kampung Marga Mulya, Ehut Asabo saat ditemui Jubi Rabu (4/11/2015) menuturkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di waktu yang sama masih terdapat air di kedua pintu tersebut.

Setiap hari, dirinya selalu melakukan pemantauan secara rutin di dua pintu air. Juga bersama-sama masyarakat melakukan pembersihan secara rutin. Ini bertujuan agar saat hujan turun, otomatis pintu air bersih dan dapat dilewati air.

Selama melakukan kegiatan pembersihan, demikian Asabo, masyarakat terlibat. “Kami bergotong royong melakukan pembersihan di pintu air maupun sejumlah saluran irigasi yang ada di pinggiran kampung,” tuturnya.

“Memang sesekali terjadi air pasang dan dua pintu utama sering kemasukan air. Hanya saja, itu air laut dan hanya untuk bisa ternak minum pada jam-jam tertentu,” katanya.

Dia menambahkan, dampak dari kekeringan sangat terasa bagi para petani di kampung-kampung. Beberapa waktu lalu, lahan sawah yang telah ditanami padi, mati dengan sendirinya akibat tak ada air.

“Kita sangat berharap agar hujan dapat turun dengan cepat. Sehingga dua pintu air berfungsi. Jika kekeringan terus terjadi, otomatis bisa terjadi kerusakan pintu air,” tuturnya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka beberapa waktu lalu mengatakan dampak dari kekeringan sangat terasa sekali bagi semua orang terutama para petani di kampung-kampung. Karena lahan sawah mereka yang telah ditanam padi, kering akibat kemarau. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dua Pintu Air Utama di Semangga-Merauke Kering