Lakukan Uji Petik, Tiga Petugas Dispenda Dianiaya

share on:

Jayapura, Jubi – Tiga Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Jayapura, Papua yang bertugas melakukan uji petik terhadap potensi parkir di depan Swalayan Mega, Kelurahan Waena, Distrik Heram menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, Rabu (4/11/2015) sore.

Lokasi parkir di kawasan tersebut selama ini dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan kebocoran potensi Pajak Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura.

Kepala Dispenda Kota Jayapura, Papua, Fachruddin Pasolo menuturkan penganiayaan itu merupakan tindakan brutal yang dilakukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.

“Yang mereka aniaya ini merupakan aparat Pemkot yang bertugas dalam rangka merespons keluhan masyarakat, karena parkir liar yang selama ini terjadi di lokasi tersebut,” kata Pasolo di ketika ditemui di Rumah Sakit Dian Harapan (RSDH) Kota Jayapura, Rabu sore.

Uji petik tersebut, kata Pasolo juga dalam rangka melihat potensi parkir di wilayah tersebut yang selama ini dijadikan parkiran liar.

“Ini merupakan hari kedua kita melakukan uji petik di lokasi tersebut, dan potensi yang bisa didapat dalam sehari mencapai satu juta rupiah, jika dikalikan dalam setahun potensi kebocoran PAD di wilayah itu saja mencapai Rp 360 Juta,” ungkapnya

“Jadi para petugas saya ini sudah bersiap akan pulang, namun ketika mereka sedang beristirahat tiba-tiba mereka dikeroyok oleh sekelompok orang, dengan menggunakan kayu balok dan batu,” katanya lagi.

Fachruddin menilai pelaku kejadian tersebut tidak lain merupakan para petugas parkir liar yang selama ini menguasai wilayah tersebut, yang tidak senang dengan adanya petugas Dispenda yang bertugas.

“Selama ini ‘kan masyarakat resah, mau bayar parkir mereka tidak punya karcis, kalau tidak bayar mereka diancam. Sehingga mau tidak mau masyarakat terpaksa membayar,” katanya.

Di tempat yang sama, seorang petugas Dispenda yang menjadi Korban, A. Taher Renngur menjelaskan, bahwa kejadian penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIT.

“Kami sedang duduk beristirahat, tiba-tiba mereka datang menyerang. Jumlah mereka lebih dari 10 orang. Saya juga di pukuli tapi saya sempat menangkis dengan tangan saya sehingga hanya tangan saya saja yang luka, dan beruntung saya sempat kabur,” kata Taher.

Pihaknya berharap masalah tersebut bisa segera selesai dan pihak kepolisian secepatnya dapat menangkap para pelaku.

Untuk diketahui pembaca dari tiga korban tersebut, dua mengalami luka di bagian lengan dan pecah pada bagian kepala atas nama Budi (43) dan Abu (31).

Dan satu korban lainnya yang masih dirawat yakni Bayu (31) yang mengalami muntah darah akibat pengeroyokan tersebut. (Munir)

 

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lakukan Uji Petik, Tiga Petugas Dispenda Dianiaya