Maksimalkan Pengamanan Perbatasan, Lanud Tarakan Berubah Status

share on:

Tarakan, Jubi/Antara – Untuk memaksimalkan pengamanan perbatasan RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara Pangkalan TNI AU Kota Tarakan berubah status dari tipe B menjadi tipe C.

Sebagaimana yang dikemukakan Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Kota Tarakan, Letkol Pnb Tiopan Hutapea, melalui siaran pers, Selasa (3/11/2015), dengan perubahan status ini secara bertahap akan dilakukan pembenahan fasilitas yang dibutuhkan.

Ia mengakui perubahan status tersebut tidak terlepas dari kerawanan terjadinya pelanggaran tapal batas di wilayah perbatasan RI-Malaysia sehingga perlu memperkuat sarana prasarana termasuk alutsista.

Selama ini, kata dia, dalam memaksimalkan pengamanan wilayah perbatasan RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara khususnya di Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah harus mendatangkan pesawat shukoi dari Makassar (Sulsel), pesawat F-16 dari Pekanbaru (Riau) dan Madiun (Jatim).

Tiopan Hutapea menyatakan Lanud Kota Tarakan selama ini memang belum memiliki skuadron sehingga ke depanya akan dibangun (skaudron) setelah perubahan status tersebut dalam rangka kelancaran pengamanan wilayah perbatasan.

”Perubahan status dari tipe B menjadi tipe C, Lanud Kota Tarakan secara bertahap akan dibangun hanggar, shelter dan perluasan apron hingga skuadron,” kata Tiopan Hutapea.

Sehubungan dengan masalah ini, Komandan Lanud Kota Tarakan ini merinci pelanggaran-pelanggaran tapal batas yang dilakukan Malaysia sejak Januari 2015 yang ditemukan saat melakukan operasi yakni sembilan pesawat asing melintas secara ilegal di Perairan Ambalat Kabupaten Nunukan.

Kemudian beberapa kali pula, kapal perang asing memasuki perairan RI dan pendaratan helikopter milik Malaysia dekat pos pengamanan perbatasan di Pulau Sebatik beberapa waktu yang lalu. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Maksimalkan Pengamanan Perbatasan, Lanud Tarakan Berubah Status