Sejarah Singkat Taiwan Sejak 1949

share on:

Taipei, Jubi/Antara/AFP – Presiden Taiwan Ma Ying-jeou akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Singapura pada Sabtu (7/11/2015), pertemuan pertama kedua pemimpin sejak berpisah setelah berakhirnya perang sipil pada 1949.

Adalah sejarah singkat Taiwan yang oleh Tiongkok masih dianggap sebagai bagian wilayah mereka.

 

Taiwan yang juga dikenal dengan nama Formosa adalah sebuah pulau yang terletak di lepas pantai tenggara Tiongkok, antara Laut Tiongkok Selatan dan Timur.

 

Imigrasi warga Tiongkok ke Taiwan mulai pada abad ke-17. Pulau tersebut berada di bawah kendali Tiongkok daratan setelah masa kolonial Belanda antara 1620-1620. Taiwan juga pernah diduduki Jepang antara 1895-1945.

 

Pada 1949, sekitar dua juta pendukung dari Partai Kuomintang (KMT) yang dipimpin Chiang Kai-shek melarikan diri ke Taiwan untuk mendirikan sebuah pemerintahan yang terpisah setelah kalah perang sipil menghadapi partai komunis pimpinan Mao Zedong.

 

Chiang memerintah pulau tersebut sampai kematiannya pada 1975 dan kepemimpinnya diteruskan oleh putranya Chiang Ching-kuo pada 1978.

 

Pada 1987, Chiang Ching-kuo mencabut status darurat militer yang telah berlaku salama 38 tahun, hanya enam bulan sebelum kematiannya pada tahun berikutnya.

 

Pada tahun 1991, pemerintahan darurat yang berlangsung selama 43 pun berakhir dan secara sepihak mengakhiri keadaan perang dengan Tiongkok.

 

Lee Teng-hui, wakil Chiang, menggantikannya pada 1988. Lee adalah warga asli Taiwan pertama yang menjabat sebagai presiden dan ia juga menjadi presiden pertama Taiwan yang terpilih secara demokratis pada 1996.

 

Lee lebih menekankan kondisi Taiwan sebagai sebuah kawasan kepulauan, bukan pada soal kemerdekaan yang membuat gusar Tiongkok dan AS sempat mengirim di Armada Ketujuh setelah Beijing menembakkan rudal uji ke Selat Taiwan.

 

AS tetap menjadi merupakan pemasok utama senjata ke Taiwan, meski secara politik telah mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada 1979.

 

Lebih Dekat Pada 2000, Chen Shui-bian dari Partai Demokratik Progresif (DPP) yang pro-kemerdekaan, terpilih sebagai presiden, mengakhiri dominasi 51 tahun Partai Kuomintang, sehingga hubungan dengan Tiongkok menjadi lebih tegang.

 

Namun, serangkaian skandal korupsi yang melibatkan Chen, keluarganya dan anggota senior DPP telah mencoreng citra partai dan menjadi penyebab utama kekalahannya pada pemilihan presiden Maret 2008.

 

Angin perubahan terjadi setelah Ma Ying-jeou dari Partai Kuomintang meraih kemenangan telak dengan platform meningkatkan perekonomian, terutama melalui hubungan dagang yang lebih erat dengan Tiongkok.

 

Hubungan antara Taiwan dan Tiongkok membaik secara dramatis sejak Ma menjabat presiden, sebagai dampaknya, penerbangan langsung antara kedua wilayah itu pun diluncurkan dan diikuti dengan langkah-langkah untuk meningkatkan sektor pariwisata.

 

Perjanjian Kerjasama Kerangka Ekonomi ditandatangani pada 2010 untuk mengurangi hambatan komersial dan pada Februari 2015 lalu, kedua pemerintah mengadakan pembicaraan berlangsung di Nanjing.

 

Namun, sentimen publik justru berbalik melawan KMT karena khawatir dengan semakin dominannya pengaruh Tiongkok.

 

Pada musim semi 2014, sekitar 200 mahasiswa menduduki parlemen selama lebih dari tiga minggu yang dikenal sebagai Gerakan Bunga Matahari untuk menentang pakta perdagangan yang kontroversial.

 

KMT menderita kekalahan terburuk dalam pemilu lokal pada November 2014 lalu dan terpaksa untuk menggantikan calon presiden mereka pada Oktober 2015 lalu akibat pandangan yang terlalu pro-Tiongkok.

 

Tiongkok secara resmi menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu reunifikasi, mengancam untuk menyerang jika Taiwan secara resmi menyatakan kemerdekaan.

 

Taiwan kehilangan keanggotaan PBB pada 1971 dan 16 kali berupaya untuk bergabung kembali dengan organisasi dunia tersebut selalu diganjal oleh Beijing.

 

Hanya 23 negara secara resmi mengakui Taiwan dan kedua belah pihak saling tuduh menggunakan “diplomasi dolar” untuk merayu negara lain agar menjadi sekutu mereka. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sejarah Singkat Taiwan Sejak 1949