Tak Ada Legislator, Pendemo di Kantor DPR Papua Kecewa

share on:
Perwakilan Pendemo Ketika Menyerahkan Aspirasi ke satu staf sekretariat DPR Papua, James Bindosano - Jubi/Arjuna
Perwakilan Pendemo Ketika Menyerahkan Aspirasi ke satu staf sekretariat DPR Papua, James Bindosano – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Puluhan pendemo yang dikoordinir Ketua Forum Peduli Kawasa (masyarakat) Byak (FPKW), Jhon Mandibo mendatangi kantor DPR Papua, Kamis (5/11/2015). Kedatang mereka untuk menyampaikan aspirasinya terkait dugaan korupsi dana APBD untuk bantuan 58 kampung di delapan distrik yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya beberapa tahun lalu, ketika Bupati Biak Numfor, Thomas Ondi menjabat sebagai Bendahara Pemkab Mamberamo Raya.

Namun tak satupun legislator Papua yang menemui pendemo. Massa pun merasa kecewa dengan situasi itu. “Jelas kami kecewa karena tak ada satupun anggota dewan yang menemui kami. Padahal mereka ini dipilih untuk menfasilitasi aspirasi rakyat,” kata salah satu pendemo.

Koordinator aksi, Jhon Wandikbo mengatakan, kedatangan pihaknya untuk mempertanyakan sejauh mana tindaklanjut kasus korupsi yang pernah disampaikan kepada DPR Papua pada Juli 2015 lalu.

“Kami minta penjelasan karena kasus itu merupakan dugaan korupsi terhadap hak-hak rakyat. Kami minta kepada DPR Papua segera menindaklanjuti aspirasi kami. DPR Papua harus mendesak Polda Papua dan Kejati Papua segera mengusut kasus itu,” kata Jhon Wandikbo.

Katanya, sebagai perwakilan rakyat, DPR Papua harus mengawal setiap aspirasi masyarakat, termasuk dugaan korupsi yang disampaikan pihaknya.

“Jangan karena kepentingan politik, DPR Papua dan Pemerintah Provinsi Papua akhirnya mengorbankan sistem pemerintahan dan kepentingan masyarakat. DPR Papua sebagai wakil rakyat harus mementingkan kepentingan rakyat,” ucapnya.

Setelah menunggu kurang lebih satu jam dan tak ada anggota DPR Papua yang menemui massa, pendemo akhirnya diterima salah satu staf sekretariat DPR Papua, James Bindosano.

Kepada massa James menyatakan permohonan maaf lantaran tak satupun legislator menemui mereka. Katanya, hal itu dikarenakan kini para anggota DPR Papua sedang melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah.

“Aspirasi ini kami akan sampaikan kepada pimpinan dan anggota DPR Papua jika mereka kembali dari kunjungan kerja,” kata James kepada massa.

Setelah melakukan demo damai di DPR Papua, massa melanjutkan aksinya ke Polda dan Kejaksaan Tinggi Papua. Mereka meminta polisi dan pihak kejaksaan segera mengusut kasus dugaan korupsi di Papua. Pendemo tak ingin penangan kasus dugaan korupsi berlarut-larut. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tak Ada Legislator, Pendemo di Kantor DPR Papua Kecewa