Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat: Kalteng jadi Kerajaan Malaysia

share on:

Banjarmasin, Jubi/Antara – Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Prof MP Lambut, Ems berpendapat Kalimantan Tengah kini menjadi ‘Kerajaan Malaysia’.

Pendapat putra Indonesia kelahiran Kalimantan Tengah (Kalteng) itu sebagai sebuah kritik sosial dan ekonomi yang dia kemukakan pada Seminar Nasional Jejak Langkah Pengabdian Ir Pangeran Mohammad (PM) Noor, di Banjarmasin, Sabtu (7/11/2015).

“Mengapa Kalteng seakan Kerajaan Malaysia? Karena perkebunan kelapa sawit di ‘Bumi Isen Mulang’ itu dari orang-orang Malaysia,” katanya.

Putra Dayak Ngaju itu menyayangkan kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit dari orang-orang negeri jiran karena terkesan meminggirkan penduduk asli, bukan meningkatkan kesejahteraan warga setempat atau sekitar perkebunan.

“Semestinya, kehadiran perusahaan asing justru meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat, terlebih bagi penduduk asli,” katanya.

Dosen Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unlam itu berharap pemerintah memperhatikan perusahan asing yang seakan menjadi tuan di negeri ini, dan penduduk setempat yang terkesan sebagai tamu di negerinya sendiri.

Terkait pengusulan (alm) Pangeran Mohammad (PM) Noor, keturunan dari Kerajaan Banjar, untuk mendapatkan anugerah gelar Pahlawan Nasional, menurutnya tak ada alasan bagi pemerintah RI untuk tidak mengabulkannya.

”Sepak terjang dan kiprah perjuangan PM Noor jelas bukan cuma untuk alimantan, tapi bagi Indonesia,” katanya.

Hakim Agung RI, Abdurrahman, yang juga pengamat sejarah Kerajaan Banjar, berpendapat perjuangan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional bagi PM Noor sejak 30 tahun lalu bukan baru sekarang.

”Brigjen H Hasan Basry sudah menulis buku tentang PM Noor pada 30 tahun lalu. Hasan Basry yang sudah mendapat gerlar Pahlawan Nasional merupakan teman atau anak buah PM Noor saat perjuangan fisik mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kalimantan dan menolak berdirinya negara Borneon,” katanya.

Makam PM Noor sekarang satu komplek dengan makam Sultan Adam, Raja Banjar yang terkenal dengan hukum adatnya, yaitu di Martapura, ibu kota Kabupaten Banjar (40 kilometer utara Banjarmasin). (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat: Kalteng jadi Kerajaan Malaysia